KUNINGAN – Keramaian puncak arus mudik mulai terasa sangat pekat di Terminal Tipe A Kertawangunan, Kabupaten Kuningan, pada H-3 Lebaran, tepatnya pada Rabu (18/3/2025).
Ribuan perantau yang hendak pulang ke kampung halaman di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan diprediksi akan terus membanjiri kawasan terminal hingga mencapai titik puncaknya pada Rabu sore ini.
Geliat kedatangan para pemudik sejatinya sudah mulai terlihat signifikan sejak H-5 Lebaran. Puluhan armada bus yang membawa masyarakat Kuningan dari perantauan terus berdatangan secara bergelombang.
- Perburuan Gelar ISL Makin Panas: Tekuk Bali United 3-2, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung
- Gol Indah Mario Peralta Samakan Kedudukan 1-1, Laga Sengit Bali United vs Borneo FC Masih Berlangsung
- Selasa Besok PLN ULP Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Kuningan Timur, Ini Lokasinya
- Meriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Cirebon, Kuningan Usung Eksotisme Tradisi Kawin Cai
- Kuasai Segiri, Persib Bandung Bungkam Persija 2-1 dan Kokoh di Puncak Klasemen
Namun, lonjakan penumpang paling masif diproyeksikan terjadi pada sore hari ini, seiring dengan masuknya ribuan pemudik yang memanfaatkan fasilitas layanan mudik gratis, baik yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) maupun perusahaan swasta seperti Indofood.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Kertawangunan, Tjarju, mengonfirmasi bahwa secara keseluruhan kondisi pergerakan penumpang dari H-7 hingga H-3 terpantau aman dan terkendali.
Menurutnya, grafik kedatangan memang sempat merangkak naik pada H-5 dengan total sekitar 1.200 penumpang, dan kini gelombang besar kembali bersiap memasuki Kuningan.
“Untuk puncak arus mudik memang diprediksikan terjadi hari ini, terutama masuk pada sore hingga malam hari. Rombongan bus mudik gratis dari kawasan Jabodetabek yang biasanya sudah masuk terminal pukul setengah dua siang, hari ini mengalami sedikit pergeseran waktu tiba. Bus-bus tersebut diprediksi baru merapat serentak sekitar pukul lima sore akibat dinamika kepadatan di jalur lintasan,” urai Tjarju saat memantau langsung kondisi lapangan.
Untuk menyambut gelombang besar kedatangan para pemudik ini, petugas gabungan dari pengelola terminal dan pihak kepolisian telah mematangkan berbagai persiapan secara komprehensif. Sejumlah fasilitas vital seperti posko keamanan terpadu, posko kesehatan, hingga area istirahat atau rest area yang representatif telah disiagakan di sekitar kawasan terminal.
Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan para perantau yang kelelahan usai menempuh perjalanan jauh dapat memulihkan stamina, memeriksakan kondisi kesehatan, dan mendapatkan rasa aman sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing.
Kesiapan fasilitas dan kelancaran arus lalu lintas ini pun langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Iwan, salah seorang pemudik asal Ciawigebang yang mengikuti program mudik gratis dari Indofood, mengaku sangat bersyukur perjalanannya dari ibu kota berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah perjalanan dari Jakarta ke Kuningan lancar-lancar saja hari ini. Macetnya di jalan juga tidak seberapa dan masih sangat wajar, jadi rasanya cukup nyaman dan lega akhirnya bisa sampai di kampung halaman dengan selamat,” ungkap Iwan setibanya di Terminal Kertawangunan.
Situasi lalu lintas yang cukup bersahabat tersebut turut dibenarkan oleh Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar. Ia memastikan bahwa meski terjadi peningkatan volume bus dan kendaraan pribadi yang masuk ke wilayahnya, rekayasa pengamanan di jalur arteri dari arah Cirebon hingga perbatasan Jawa Tengah masih mengalir lancar dan sangat kondusif untuk menyambut kepulangan para pemudik. (Nars)


