KUNINGAN – Dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-64, Gerakan Pramuka Indonesia, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan, Rana Suparman, menyampaikan pesannya. Menurutnya, Gerakan Pramuka terus menjadi pilar penting dalam membentuk karakter dan mempersiapkan generasi muda Indonesia. Ia menandaskan bahwa seluruh kiprah Gerakan Pramuka adalah cerminan dari semangat pengabdian dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Rana Suparman menjelaskan bahwa kiprah Gerakan Pramuka tidak bisa dilepaskan dari sejarah bangsa.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
“Gerakan Pramuka lahir di tengah revolusi dan pembangunan, dan menjadi alat pemersatu yang menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila. Seragam cokelat muda-cokelat tua adalah simbol persaudaraan, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang sosial,” katanya, Kamis (14/8/2025).
Ia juga menyebutkan, dalam perjalanannya, Pramuka telah membuktikan perannya dalam berbagai bidang. Melalui Dasa Dharma dan Trisatya, Gerakan Pramuka mengajarkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan cinta alam.
“Kami menyebutnya sebagai pendidikan karakter yang hakiki. Kegiatan perkemahan dan bakti sosial adalah sarana efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai ini,” ujar Rana.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa anggota Pramuka selalu menjadi salah satu garda terdepan saat terjadi bencana. “Semangat ‘Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan’ benar-benar termanifestasi dalam setiap aksi nyata kami. Kami juga menjadi jembatan yang menghubungkan keberagaman Indonesia dalam semangat persaudaraan melalui kegiatan Jambore dan Raimuna,” tambahnya.
Menyikapi perkembangan zaman, Rana Suparman menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran krusial dalam menguatkan nilai-nilai Pancasila. “Gerakan Pramuka adalah salah satu pilar utama dalam membangun karakter bangsa. Melalui berbagai kegiatan, kami menguatkan jiwa Pancasila pada setiap anggota, menjadikan mereka pribadi yang berakhlak, disiplin, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan Pramuka seperti gotong royong dan musyawarah secara langsung mempraktikkan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi teori, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku setiap anggota,” ucapnya.
Rana Suparman juga menyoroti relevansi Pramuka di era modern. “Di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi, peran Pramuka tidak luntur. Kami terus beradaptasi dengan zaman, mengintegrasikan teknologi dalam kegiatan, namun tetap memegang teguh esensi utamanya: pendidikan di luar ruang kelas,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa Pramuka mengajarkan keterampilan hidup yang tidak didapat dari bangku sekolah, seperti kemampuan bertahan hidup di alam, navigasi, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim.
“Di usia yang ke-64 ini, kami tidak hanya merayakan masa lalu yang gemilang, tetapi juga menatap masa depan. Kami berkomitmen untuk terus menjadi pilihan utama bagi orang tua dan generasi muda, meyakinkan mereka bahwa nilai-nilai kepanduan adalah bekal terbaik untuk menghadapi dunia yang terus berubah,” tutupnya. (Nars)










