CIAMIS – Anggota DPRD Jawa Barat, Hj Tina Wiryawati, terus berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat dengan menghadirkan program bermanfaat. Kali ini, ia mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Jawa Barat tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan di Desa Cijeungjing, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu (8/3/2025).
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Dalam kesempatan itu, Hj Tina juga mengedukasi warga tentang program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang berulang tahun. Program ini disediakan oleh pemerintah untuk memberikan screening dini, terutama dalam mendeteksi gejala awal kanker.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis ini, masyarakat bisa melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit, terutama kanker,” ujar Hj Tina.
Pelatihan pembuatan minyak telon, wujud pemberdayaan perempuan
Sebagai bentuk nyata pemberdayaan perempuan, Hj Tina juga menggelar pelatihan pembuatan minyak telon bagi warga Desa Cijeungjing. Menurutnya, minyak telon bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan potensi bahan alami yang ada di sekitar.
“Pembuatan minyak telon ini bisa dilakukan secara mandiri dengan bahan-bahan nabati dan organik, tanpa tambahan bahan kimia berbahaya. Selain lebih sehat, produk ini juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan banyak sampah kemasan,” jelasnya.
Hj Tina menekankan bahwa kebutuhan rumah tangga sehari-hari sebenarnya bisa dibuat sendiri tanpa harus membeli produk dengan kemasan plastik berlebihan. Selain untuk keperluan pribadi, keterampilan ini juga bisa menjadi peluang usaha bagi para ibu rumah tangga.
“Ke depannya, mungkin saja akan muncul ibu-ibu kreatif yang mampu menjual produk ini untuk membantu perekonomian keluarga. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang terus menggaungkan pentingnya produk dalam negeri, seperti mobil dinas ‘Maung’ yang menjadi kebanggaan nasional,” tambahnya.
Dukungan warga terhadap program pemberdayaan
Pelatihan ini mendapat respons positif dari warga, salah satunya Anah Hasanah, yang mengaku senang mendapatkan ilmu baru dalam membuat produk kebutuhan rumah tangga secara mandiri.
“Terima kasih kepada Ibu Hj Tina yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar membuat produk sendiri. Semoga ilmu ini bisa terus diterapkan oleh masyarakat dan membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.
Hj Tina berharap dengan kegiatan ini, akan semakin banyak perempuan yang bisa berdaya secara ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka. (Nars)



























