
KUNINGAN – Wawan Romliansyah secara resmi menakhodai Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Kuningan. Penetapan tersebut diumumkan secara langsung di hadapan para anggota dewan pada mekanisme rapat paripurna, Jum’at (24/4/2026) malam.
Ditemui usai pelaksanaan rapat paripurna, Wawan membenarkan bahwa dirinya kini telah memegang tongkat komando Fraksi PKS. Ia menjelaskan bahwa peresmian jabatannya tersebut secara otomatis berlaku efektif setelah dibacakan di hadapan forum paripurna.
- Bermalam Beralaskan Abu, Tim Terakhir Relawan MPA Masih Mencari Sisa Titik Api
- Bikin Warga Makin Nyaman, KUA Darma Bersolek Total, Ini Penampakannya Pasca Renovasi
- Pelajar SMPN 2 Kuningan Dibekali Literasi Digital Lewat Program JURAGAN PWI Kuningan
- Siap-siap Tilang! Operasi Patuh Lodaya 2026 di Kuningan Incar Pemotor Knalpot Brong hingga Pengendara Lawan Arus
- Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar Temui Massa Pro-Kontra MBG, Ini yang Disampaikan
“Secara otomatis kan sudah diumumkan di paripurna. Berarti mulai saat ini saya menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS,” ungkap Wawan kepada awak media.
Pergantian pucuk pimpinan fraksi ini sempat memunculkan desas-desus mengenai dinamika di internal partai. Namun, Wawan secara tegas menampik spekulasi yang menyebutkan adanya polemik di balik perombakan susunan pimpinan fraksi tersebut.
Menurutnya, rotasi ini murni merupakan urusan administratif dan tindak lanjut dari mandat pimpinan pusat yang tertunda pelaksanaannya.
“Memang tidak ada polemik. Pergantian ini memang sudah menjadi keputusan lama, dan sekarang baru dibacakan putusannya di rapat paripurna. Karena kan mekanismenya memang begitu, ketika ada Surat Keputusan (SK) dari DPP, baru diumumkan di paripurna,” jelasnya meredam isu miring.
Lebih lanjut, terkait susunan struktur kepengurusan fraksi di bawah kepemimpinannya, Wawan menyebut tidak banyak perombakan yang terjadi. Posisi lainnya di dalam fraksi dipastikan tidak mengalami perubahan.
“Untuk sekretarisnya tetap, masih dijabat oleh Ibu Hajah Siti Mahmudah,” tambahnya.
“Kebetulan dari sana (DPP), SK-nya hanya mengatur itu saja, yakni posisi ketua dan sekretaris,” ungkap Wawan. (Nars)
