KUNINGAN – Persoalan ledakan populasi eceng gondok di Waduk Darma kembali memantik reaksi keras dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, secara blak-blakan menyoroti minimnya kontribusi pengelola waduk dalam menangani masalah panjang yang terus menguras upaya pemerintah daerah.
Ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kuningan Jum’at (24/4/2016) malam, Bupati Dian mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap PT Jaswita, perusahaan daerah milik Pemprov Jabar yang dinilai kurang proaktif memelihara ekosistem Waduk Darma.
- Heboh Isu RTRW Kuningan ‘Dipesan’ Investor, Pejabat Dinas PUTR Buka Suara
- Sejalan dengan Pegiat Lingkungan, Mang Ewo Ingatkan Pemkab Kuningan Jangan Korbankan Zona Konservasi
- Ketua DPRD Kuningan Tegaskan Revisi RTRW Harus Seimbangkan Pariwisata dan Konservasi
- Kuningan Belum Miliki Bangunan SR, Puluhan Siswa Kurang Mampu Terpaksa Sekolah di Cirebon
- Ironi Gunung Mayana: Di Balik Viral Wisata Sunset, Warga Dihantui Krisis Mata Air
Kekecewaan ini memuncak lantaran Pemda Kuningan bersama TNI (Kodim) dan Polri (Polres) seringkali harus turun tangan langsung menangani pembersihan eceng gondok dari perairan Waduk Darma.
“Jujur ini, saya agak keras ya. Selama ini terhadap persoalan eceng gondok ini, dari pihak Jaswita saya agak sedikit menyesalkan, tidak maksimal,” ujar Dian dengan nada tegas.
Bupati membeberkan bahwa beban penanganan eceng gondok selama ini sangat berat. “Akhirnya kami semua, Pemda, masyarakat, sampai pihak Kodim dan Polres juga turun berkali-kali. Terus terang ini menyedot biaya dan tenaga yang cukup besar,” tambahnya.
Selama ini, lanjut Dian, berbagai upaya sebenarnya telah ditempuh Pemkab Kuningan. Mulai dari menggerakkan partisipasi warga setempat hingga mencoba memberdayakan desa-desa di sekitar Waduk Darma untuk memanfaatkan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomis.
Namun, volume eceng gondok yang tumbuh sangat masif dalam waktu singkat membuat upaya tersebut seolah tak sebanding.
Sorotan tajam kepada PT Jaswita ini juga dipicu oleh keluhan masyarakat. Warga desa penyangga Waduk Darma menilai pihak pengelola kawasan wisata Waduk Darma selama ini meraup keuntungan dari pengelolaan Waduk Darma, namun abai dalam aspek pemeliharaan.
Terlebih, beberapa hari ke belakang ini beredar laporan bahwa sisa pembersihan eceng gondok justru dibuang ke Sungai Cisanggarung yang berpotensi memicu masalah baru di hilir.
Menyikapi eskalasi masalah ini, Bupati Dian memastikan tidak akan tinggal diam. Ia akan mengagendakan rapat koordinasi gabungan pada pekan depan yang rencananya akan digelar langsung di lokasi Waduk Darma.
“Minggu depan kita akan ambil langkah-langkah, laksanakan rapat gabungan. Saya akan mengundang khusus PT Jaswita untuk meminta kontribusi dan tanggung jawab mereka, bersama-sama dengan kita,” tandas Dian. (Nars)














