Kesehatan Kuningan

Kasus Bayi Meninggal di RSUD Linggajati Disorot, Dinkes Kuningan Tunggu Hasil Audit Internal Rumah Sakit

KUNINGAN – Kasus dugaan malapraktik di RSUD Linggajati yang mengakibatkan meninggalnya seorang bayi kembali mencuat setelah Kresna Law Office melayangkan surat somasi pada Senin (7/7/2025). Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan menyatakan tengah memantau perkembangan dan menunggu hasil audit internal yang dilakukan pihak rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, saat dimintai tanggapan terkait dugaan kelalaian penanganan medis yang menyebabkan kematian bayi tersebut, menyatakan, pihaknya akan melihat perkembangan terlebih dahulu.

“Kalau kita sih melihat perkembangan ya, karena kami juga tidak di dalam sana gitu kan, melihat perkembangan, katanya sih sudah informasi dari rumah sakit yang sudah ada pembahasan, dievaluasi oleh komite mediknya di sana gitu, jadi apa namanya, kalau lihat kronologi sih ya sudah dibahas di sana, gitu,” paparnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (7/7/2025) sore.

Mengenai kemungkinan audit eksternal dari Dinkes, dr. Edi menjelaskan bahwa RSUD Linggajati telah melakukan audit internal. Namun, hasilnya belum dilaporkan kepada Dinkes. “Kalau kami biasanya ini, biasanya kan kalau dinas itu ada program audit maternal perinatal tentang ibu dan bayi, nanti itu biasanya sudah ada jadwalnya, biasanya untuk kasus-kasus kebidanan itu. Kalau untuk rumah sakitnya sendiri pasti pembinaan saja,” tambahnya.

Terkait adanya biaya santunan bagi korban, dr. Edi Martono menegaskan bahwa Dinkes tidak memiliki anggaran untuk hal tersebut. “Kalau dibilang keracunan ya, saya juga belum bilang pas itu keracunan ya, karena kan harus dibuktikan secara medis gitu. Nah kalau biaya santunan, dari kita kan enggak ada anggaran lagi untuk kayak gitu,” jelasnya.

Bawa Tren Dunia, Padelazo Resmi Menjelma Sebagai Episentrum Olahraga Padel Pertama di Kuningan

Menurut dr. Edi, tanggung jawab penanganan dan penyelesaian masalah ini ada pada pihak rumah sakit. ” itu tanggung jawab rumah sakit kembalinya, jadi ya bagaimana rumah sakit menyikapi hal ini ke depannya supaya tidak terjadi lagi. Itu saja, makanya sudah dilakukan audit internal, nanti mungkin auditnya, audit sekabupaten untuk kasus-kasus tentang ini dan lainnya di bagian kebidanan, seperti itu,” paparnya.

Dinkes juga belum menerima informasi mengenai adanya upaya damai atau pemberian santunan dari pihak rumah sakit kepada keluarga pasien. “Belum, menurut saya kalau itu kan urusan internal di dalam rumah sakit ya. Kalau kami kan tugasnya pemantauan pembinaan ya. Jadi itu mah kebijakan dari rumah sakit sendiri,” ungkapnya.

Saat ini, Dinkes Kuningan masih menunggu laporan hasil audit internal dari RSUD Linggajati. “Laporan awalnya sudah, dan kemarin mereka sudah melakukan audit internal. Laporan audit internalnya belum masuk ke dinas,” tegas dr. Edi.

Ia menambahkan bahwa setelah laporan diterima, akan ada audit maternal perinatal tingkat kabupaten terkait kasus ibu dan bayi.

Menanggapi tudingan kelalaian, dr. Edi Martono mengingatkan bahwa RSUD Linggajati memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah terverifikasi paripurna. “Kalau SOP mah sudah jelas ya, jadi kalau kasus seperti ini itu harusnya dilihat dari dua sisi. Harus dilihat alasannya kenapa tidak dilakukan tindakan, alasannya kenapa harus diterapi dulu,” ungkap Kadinkes.

Hadapi Krisis Geopolitik Global, Pengusaha Muda Kuningan Farid Nugraha Bagikan Jurus ‘Survival Mode’ untuk UMKM

Jadi menurutnya, untuk kasus seperti ini selalu rumah sakit dituding lalai dan salah. Hal ini, kata Edi, penilaiannya harus diambil dari dua sisi. ” Dan yang menyatakan suatu tindakan itu berlaku atau kesalahan adalah tim teknis di bidangnya masing-masing itu,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Linggajati, dr. Eddy Syarief, memilih untuk tidak berkomentar lebih jauh. Ia mengaku khawatir membuat pernyataan yang kurang pantas dan memilih untuk mempelajari lebih dalam letak permasalahan yang terjadi.

Secara jujur, pihaknya mengaku serius dalam menangani masalah ini.”Dimana permasalahan ini kami sudah menangani. Kita datang ke rumah pasien dan keluarganya sudah menyatakan tidak ada masalah. Selanjutnya kami datang beberapa kali ke rumah pasien untuk mencoba mendengarkan permasalahan dari pasien,” kata dr. Eddy Syarif.

Ia juga mengonfirmasi bahwa audit internal telah dilakukan dan proses penyelesaian masalah ini masih terus berjalan. (Nars)

Kunjungi dan Bantu Korban Musibah Kebakaran, Nuzul Rachdy: Ikut Prihatin
× Advertisement
× Advertisement