

KUNINGAN – Musibah menimpa salah satu pelaku UMKM pangan olahan di Kabupaten Kuningan. Pabrik tempe milik Solehudin, yang juga merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), ludes terbakar akibat dugaan korsleting listrik. Peristiwa nahas yang terjadi pada Rabu (13/8/2025) malam sekira pukul 23.30 WIB itu menimbulkan kerugian hingga Rp66 juta.
- Tak Perlu Putar Jalan Berjam-jam, Warga Kuningan Kini Nikmati Jembatan Garuda dan Air Bersih
- Wisuda ke-34 Uniku Cetak 1.128 Lulusan, Bupati Kuningan: Jangan Cuma Cari Kerja!
- Geger Polemik Izin RS Permata Kuningan: Eks Kapolsek Diduga Persekusi Aktivis, Rekaman CCTV Diminta Disita
- Buka Konferprov PWI Jabar, Wali Kota Bandung Farhan Minta Jurnalis Dekonstruksi Kerja Jurnalistik di Era Digital
- Api Masih Berkobar di TPSA Ciniru Kuningan, Ancaman Overkapasitas 2027 Jadi Sorotan Utama
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., langsung bergerak cepat mengunjungi lokasi kejadian. Wahyu yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kuningan, tidak hanya hadir sebagai pimpinan organisasi sosial, tetapi juga sebagai pembina sektor pangan daerah.


Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap para pelaku UMKM, terutama produsen tempe yang memiliki peran vital dalam ketahanan pangan lokal. Dalam kunjungan tersebut, Wahyu turut memberikan santunan kepada Solehudin sebagai bentuk dukungan agar ia dapat kembali bangkit.
“Solehudin adalah contoh pelaku UMKM yang menghidupi keluarga dan masyarakat lewat pangan bergizi. Ketika ujian seperti ini datang, peran pemerintah adalah hadir, mendampingi, dan membantu agar usaha dapat bangkit kembali,” kata Wahyu.
Berdasarkan keterangan warga dan laporan media, api diduga berasal dari korsleting listrik pada lampu penghangat tempe. Bangunan produksi berukuran 7 x 10 meter beserta seluruh peralatan dan stok produksi ludes dilalap si jago merah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Dengan kehadiran Diskatan dan solidaritas dari anggota Banser, Solehudin diharapkan mendapatkan semangat baru untuk membangun kembali usahanya. “Kami percaya, dari abu yang tersisa akan tumbuh kembali tekad dan rezeki yang lebih baik,” tutup Wahyu. (Nars)



