KUNINGAN – Musibah menimpa salah satu pelaku UMKM pangan olahan di Kabupaten Kuningan. Pabrik tempe milik Solehudin, yang juga merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), ludes terbakar akibat dugaan korsleting listrik. Peristiwa nahas yang terjadi pada Rabu (13/8/2025) malam sekira pukul 23.30 WIB itu menimbulkan kerugian hingga Rp66 juta.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., langsung bergerak cepat mengunjungi lokasi kejadian. Wahyu yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kuningan, tidak hanya hadir sebagai pimpinan organisasi sosial, tetapi juga sebagai pembina sektor pangan daerah.

Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap para pelaku UMKM, terutama produsen tempe yang memiliki peran vital dalam ketahanan pangan lokal. Dalam kunjungan tersebut, Wahyu turut memberikan santunan kepada Solehudin sebagai bentuk dukungan agar ia dapat kembali bangkit.
“Solehudin adalah contoh pelaku UMKM yang menghidupi keluarga dan masyarakat lewat pangan bergizi. Ketika ujian seperti ini datang, peran pemerintah adalah hadir, mendampingi, dan membantu agar usaha dapat bangkit kembali,” kata Wahyu.
Berdasarkan keterangan warga dan laporan media, api diduga berasal dari korsleting listrik pada lampu penghangat tempe. Bangunan produksi berukuran 7 x 10 meter beserta seluruh peralatan dan stok produksi ludes dilalap si jago merah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Dengan kehadiran Diskatan dan solidaritas dari anggota Banser, Solehudin diharapkan mendapatkan semangat baru untuk membangun kembali usahanya. “Kami percaya, dari abu yang tersisa akan tumbuh kembali tekad dan rezeki yang lebih baik,” tutup Wahyu. (Nars)










