KUNINGAN – Musibah menimpa salah satu pelaku UMKM pangan olahan di Kabupaten Kuningan. Pabrik tempe milik Solehudin, yang juga merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), ludes terbakar akibat dugaan korsleting listrik. Peristiwa nahas yang terjadi pada Rabu (13/8/2025) malam sekira pukul 23.30 WIB itu menimbulkan kerugian hingga Rp66 juta.
- Lawan Fluktuasi Harga Pasar, Emak-Emak Kuningan Sulap Pekarangan Jadi ‘Supermarket’ Hidup
- Kalahkan Kota Bandung, Promosi Digital Disporapar Kuningan Sabet Predikat Terbaik se-Jabar di SWJ Award
- Bupati Mangkir Temui Massa, HMI Kuningan Ancam Kepung Pemda dalam Aksi Jilid Dua
- Survei Poltracking Tempatkan Elektabilitas PKB di Posisi Keempat Nasional, DPC Kuningan Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., langsung bergerak cepat mengunjungi lokasi kejadian. Wahyu yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kuningan, tidak hanya hadir sebagai pimpinan organisasi sosial, tetapi juga sebagai pembina sektor pangan daerah.


Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap para pelaku UMKM, terutama produsen tempe yang memiliki peran vital dalam ketahanan pangan lokal. Dalam kunjungan tersebut, Wahyu turut memberikan santunan kepada Solehudin sebagai bentuk dukungan agar ia dapat kembali bangkit.
“Solehudin adalah contoh pelaku UMKM yang menghidupi keluarga dan masyarakat lewat pangan bergizi. Ketika ujian seperti ini datang, peran pemerintah adalah hadir, mendampingi, dan membantu agar usaha dapat bangkit kembali,” kata Wahyu.
Berdasarkan keterangan warga dan laporan media, api diduga berasal dari korsleting listrik pada lampu penghangat tempe. Bangunan produksi berukuran 7 x 10 meter beserta seluruh peralatan dan stok produksi ludes dilalap si jago merah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Dengan kehadiran Diskatan dan solidaritas dari anggota Banser, Solehudin diharapkan mendapatkan semangat baru untuk membangun kembali usahanya. “Kami percaya, dari abu yang tersisa akan tumbuh kembali tekad dan rezeki yang lebih baik,” tutup Wahyu. (Nars)
























