Kuningan Parlemen

Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy Sebut Kritik Pers Ibarat ‘Jamu’: Kami Tidak Boleh Tipis Kuping

banner 468x60

KUNINGAN — Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menegaskan bahwa lembaga legislatif yang dipimpinnya tidak alergi terhadap kritik maupun masukan dari para insan pers. Bagi DPRD Kuningan, kritik dari wartawan ibarat jamu atau obat pahit yang justru menyehatkan dan mendorong perbaikan kinerja pemerintahan ke depan.

Hal itu disampaikan Nuzul Rachdy dalam acara “Ngobrol Asyik Jurnalis Bareng Legislatif Kuningan” yang berlangsung santai di Obyek Wisata Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Ahad (26/7/2026).

banner 336x280

Dalam kegiatan tersebut, Zul secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait adanya dinamika pendataan wartawan yang sempat memicu gelombang kritik dari insan pers lokal.

“Kami di legislatif, maupun rekan-rekan di eksekutif, sama sekali tidak boleh ‘tipis kuping’ dalam menerima kritik dan saran. Menurut saya, kritik itu merupakan jamu—obat bagi kita untuk melakukan perbaikan ke depan,” ujar Nuzul di hadapan puluhan jurnalis dan jajaran anggota DPRD Kuningan.

Ia menjelaskan, munculnya batasan angka 50 wartawan pada daftar undangan awal murni disebabkan keterbatasan teknis pendataan di sekretariat, bukan bentuk dikotomi atau pemilahan jurnalis senior dan junior. Ia menegaskan seluruh insan pers memiliki peran yang sama pentingnya dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Kuningan.

Wujudkan Ketahanan Pangan, Warga Mekarsari Sulap Dana Desa Jadi Irigasi Strategis Lewat Swakelola

“Tidak ada dikotomi, tidak ada perbedaan antara yang masuk list maupun tidak. Tugas pers semuanya sama mulianya. Karena itu saya sampaikan, silakan datang saja, tidak usah terlalu terpaku oleh daftar list yang ada,” tegas politisi yang juga berlatar belakang sebagai mantan wartawan tersebut.

Sebagai figur yang pernah berkecimpung di dunia pers, Nuzul sangat memahami perkembangan media massa pasca-reformasi. Menurutnya, keberagaman organisasi wartawan yang tumbuh di Kabupaten Kuningan saat ini merupakan indikator positif bagi iklim demokrasi pers.

Kendati mendukung kebebasan pers, Nuzul mengingatkan agar para jurnalis tetap berpegang teguh pada regulasi, Kode Etik Jurnalistik, dan Undang-Undang Pers. Ia menyoroti tiga pilar penting dalam penulisan berita seperti terpenuhinya unsur atau kaidah 5W+1H, keberimbangan informasi dan sumber berita serta menghindari kesewenangan (trial by the press).

“Tugas wartawan itu cukup berat, tetapi sangat mulia dalam mengawal demokrasi dan pemerintahan. Tetaplah menyajikan berita yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Acara “Ngobrol Asyik Jurnalis Bareng Legislatif” tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Wakil Bupati Kuningan dan Sekda Kuningan, serta puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Kuningan. (Nars)

Antisipasi Puncak Kemarau, Kuningan Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Bakal Gelar Mitigasi

banner 336x280
× Advertisement
× Advertisement