KUNINGAN – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan tidak melulu bergantung pada proyek berskala besar. Di Desa Mekarsari, Kecamatan Cipicung, kemandirian itu diwujudkan lewat tangan warga sendiri. Sebanyak 19 warga setempat bergotong royong menyulap Dana Desa menjadi saluran irigasi strategis guna menjamin kelancaran pasokan air ke lahan persawahan.
Pembangunan saluran irigasi sepanjang 80 meter yang berlokasi di Dusun 1 RT 01 RW 01 ini dikerjakan sepenuhnya menggunakan sistem swakelola. Anggaran Dana Desa sebesar Rp102.072.000 dialokasikan bukan hanya untuk material fisik bangunan—yang memiliki spesifikasi lebar dalam 50 sentimeter dan lebar luar 110 sentimeter—tetapi juga memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja.
- Wujudkan Ketahanan Pangan, Warga Mekarsari Sulap Dana Desa Jadi Irigasi Strategis Lewat Swakelola
- Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy Sebut Kritik Pers Ibarat ‘Jamu’: Kami Tidak Boleh Tipis Kuping
- Antisipasi Puncak Kemarau, Kuningan Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla dan Bakal Gelar Mitigasi
- Soal PBG Puluhan Bangunan KDMP di Kuningan, Ini Penjelasan Kadis PUTR
- Potensi PAD Miliaran Rupiah, Dinas PUTR Kuningan Soroti Kewajiban PBG Seluruh Rumah Sakit
Pelaksanaan proyek padat karya ini turut mendapat pengawalan ketat dari aparat kewilayahan. Babinsa Desa Mekarsari dari Koramil 1509/Ciawigebang, Sertu Dedi Setiabudi, turun langsung memantau pengerjaan di lokasi pada Senin (27/7/2026) guna memastikan proyek berjalan tepat sasaran.
“Pembangunan saluran irigasi ini sangat strategis untuk mendukung kebutuhan air para petani di Desa Mekarsari. Harapannya, aliran air ke sawah menjadi lebih lancar sehingga tanaman padi tumbuh optimal dan hasil panen meningkat,” ujar Sertu Dedi saat memantau progres pembangunan.
Lebih lanjut, Sertu Dedi mengapresiasi tingginya semangat gotong royong masyarakat. Menurutnya, skema swakelola ini memberikan ganda: meringankan beban anggaran sekaligus mempererat kohesi sosial warga dalam membangun desa mereka sendiri.
Ia berharap infrastruktur ini dikerjakan dengan kualitas terbaik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.Kehadiran irigasi baru ini memikul harapan besar dari Pemerintah Desa Mekarsari.
Secara jangka panjang, infrastruktur ini dirancang sebagai langkah mitigasi ganda—menekan risiko kekeringan ekstrem saat musim kemarau, sekaligus mencegah genangan air berlebih di musim penghujan.
Dengan tata kelola air yang mumpuni, denyut nadi perekonomian agraris di Desa Mekarsari ditargetkan dapat terus berdetak sepanjang tahun tanpa bayang-bayang gagal panen. (Nars)















