Kuningan

Dukung Kebangkitan Ekonomi Petani, Rumah Tani Optimis Rumah Sayur PDAU Kuningan Mampu Serap Komoditas Lokal

banner 468x60

KUNINGAN – Kehadiran Rumah Sayur di kawasan Cirendang yang dikelola oleh Perumda Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan mendapat dukungan penuh dari para pelaku sektor agrikultur. Founder Rumah Tani, Bahtiar, menyatakan bahwa fasilitas tersebut akan menjadi etalase utama sekaligus solusi konkret untuk menyerap hasil panen komoditas sayuran dari para petani lokal.

Menurut Bahtiar, langkah kolaboratif dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui instrumen PDAU merupakan terobosan strategis. Ia menilai PDAU memiliki kapasitas besar untuk menjadi motor penggerak roda perekonomian daerah, khususnya di sektor hulu hingga hilir pertanian.

banner 336x280

“PDAU ini bisa jadi motor ekonomi di Kuningan. Kami dari Rumah Tani mengawali kerja sama dengan mendirikan Rumah Sayur di Cirendang. Tempat ini bakal menjadi etalase penjualan sayur, sekaligus pusat serapan hasil panen dari para petani kita,” ujar Bahtiar belum lama ini.

Ia menambahkan, ke depannya Rumah Tani akan terus mendorong agar PDAU mampu berperan aktif sebagai offtaker (pembeli siaga) hasil pertanian. Dengan adanya kepastian pasar melalui Rumah Sayur, nilai tukar dan kesejahteraan petani di Kabupaten Kuningan diyakini akan meningkat secara signifikan.

Selain mengoptimalkan komoditas sayuran, sinergi Rumah Tani dan Pemkab Kuningan juga menyasar perluasan komoditas jagung. Dengan dukungan penuh dari Bupati Kuningan, ditargetkan pembukaan lahan penanaman jagung seluas 2.500 hektar pada tahun ini.

19 Tahun Mengabdi, Penyuluh KB Kuningan Fokus Berantas Stunting dan Cegah Pernikahan Dini

Saat ini, katanya, pembukaan lahan sudah mulai berjalan, salah satunya di Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede seluas 14 hektar yang digarap lewat kolaborasi bersama Batalyon Satria Abiyakta.

“Target tahun ini 2.500 hektar dengan potensi panen kurang lebih 12.000 ton. Ini juga untuk men-support Inpres dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan swasembada jagung tahun ini sebesar 1 juta ton. Jadi, Kabupaten Kuningan ikut berkontribusi nyata,” ungkapnya.

Dalam realisasinya, pengembangan 2.500 hektar lahan tersebut menggunakan skema kemitraan. Rumah Tani menyalurkan bantuan pembiayaan berupa benih jagung dan pupuk kepada para petani penggarap. Adapun pemanfaatan lahannya bersifat campuran, meliputi 50 hektar lahan mandiri milik Rumah Tani, lahan desa yang disewa maupun dikerjasamakan, serta penyewaan 17 hektar lahan milik Pemda.

Bahtiar menambahkan, potensi pertanian di Kuningan masih sangat luas dan belum sepenuhnya tergarap.

“Berdasarkan info dari Pak Bupati kemarin, Kuningan itu memiliki 49.000 hektar lahan tidur. Lahan yang menganggur ini kita tanami saja. Kalau itu kita aktifkan semua jadi kebun jagung, Kuningan otomatis jadi swasembada. Rumah Tani lahir di Kuningan, maka kami ingin terus berkontribusi untuk negara dari sini,” katanya. (Nars)

Wujudkan Ketahanan Pangan, Warga Mekarsari Sulap Dana Desa Jadi Irigasi Strategis Lewat Swakelola

banner 336x280
× Advertisement
× Advertisement