

KUNINGAN – Universitas Kuningan secara resmi menutup rangkaian pengabdian masyarakat dengan menggelar KKN Expo 2026 UNIKU di Gedung Student Center Iman Hidayat pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026.
Ajang pameran yang digagas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ini menjadi etalase utama bagi para mahasiswa untuk memamerkan berbagai produk inovatif hasil pendampingan mereka di puluhan desa.
Rangkaian pengabdian tahun ini memiliki skala yang sangat masif dengan mengusung misi akselerasi menuju desa mandiri dan berdaya saing.
- Dugaan Ancaman Aktivis Kuningan Berulang, Kasus ITE Resmi Ditangani Polisi
- KKN Expo 2026 UNIKU Pamerkan Puluhan Inovasi Unggulan Desa
- Tradisi Sadranan Makam Imbakerti Cikaso dan Jejak Bupati Masa Awal Islam
- Tak Digaji Pemerintah, Relawan Peduli Api di Gunung Ciremai Dapat Apresiasi DPR, Desak Menhut Beri Fasilitas
- Dukung Pengentasan Stunting, Dapur MBG Babakanjati Pastikan Kualitas Gizi Anak Jadi Prioritas Utama
Tercatat sebanyak 1.168 mahasiswa reguler diterjunkan langsung ke 60 desa yang tersebar di enam kabupaten, meliputi Kuningan, Majalengka, Brebes, Cirebon, Ciamis, dan Indramayu. Selama satu bulan penuh, mereka turun ke lapangan untuk menggenjot inovasi lingkungan, digitalisasi ekonomi warga, hingga membangun ekosistem literasi yang terintegrasi.
Selain program reguler, pameran ini juga menampilkan capaian dari program kolaboratif lintas perguruan tinggi yang melibatkan 93 mahasiswa gabungan. Enam institusi pendidikan tinggi di wilayah Kuningan bersinergi membangun lima desa di Kecamatan Garawangi demi meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat pedesaan.
Kolaborasi nyata ini membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu bersatu padu menciptakan desa yang unggul dan produktif tanpa tersekat ego almamater.
Puncak acara yang dikemas dalam bentuk ekspo tersebut berhasil menyedot perhatian pengunjung lewat 65 anjungan pameran yang berdiri memadati area gedung. Setiap anjungan menampilkan luaran fisik dan program kerja unggulan, mulai dari manajemen pengelolaan sampah, pengembangan produk usaha mikro, pendampingan penanganan stunting, hingga pemetaan wilayah desa digital.
Masyarakat yang hadir dapat melihat langsung bagaimana potensi lokal diolah menjadi karya bernilai jual berkat sentuhan kreativitas akademisi.
Gelaran penutup ini mendapat apresiasi langsung dari perwakilan pemerintah daerah, jajaran rektor perguruan tinggi mitra, serta para kepala desa yang menjadi lokasi penerimaan mahasiswa.
Untuk memacu semangat inovasi ke depannya, panitia pelaksana turut membagikan sejumlah penghargaan bergengsi bagi kelompok dengan kinerja lapangan terbaik, desain pameran paling menarik, hingga dosen pembimbing terfavorit yang diumumkan pada penghujung kegiatan.
Perayaan yang dimeriahkan oleh penampilan grup musik The Roots Radio ini dirancang bukan sekadar sebagai seremonial perpisahan usai masa bakti di masyarakat berakhir. Lebih dari itu, keberhasilan pameran inovasi tersebut menjadi bukti nyata pertanggungjawaban kampus kepada publik guna mendukung kemajuan ekonomi daerah dan mewujudkan kemandirian bangsa secara berkelanjutan. (Nars)



