KUNINGAN – Kodim 0615/Kuningan menegaskan bahwa upaya pembersihan eceng gondok di Waduk Darma harus dilakukan secara berkelanjutan dan terprogram. Hal ini disampaikan Dandim 0615/KNG, Letkol Arh Kiki Aji Wiryawan, dalam kegiatan gotong royong membersihkan Waduk Darma, Kamis (13/2/2025).
Kerja bakti ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Bupati Kuningan terpilih Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, TNI-Polri, dinas terkait, komunitas lingkungan, hingga warga setempat. Dengan menggunakan alat tradisional serta bantuan excavator dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), para peserta berupaya mengangkat eceng gondok yang menutupi perairan.
- Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
Dandim Kiki Aji Wiryawan menjelaskan bahwa pembersihan eceng gondok di Waduk Darma bukan pekerjaan mudah. Meskipun aksi pembersihan ini telah dilakukan selama seminggu, pertumbuhan eceng gondok yang cepat serta keterbatasan alat membuat prosesnya masih jauh dari kata selesai.
“Sampai hari ini, sudah sekitar 450 kubik eceng gondok yang berhasil diangkat, atau setara dengan 90 truk. Tapi ini masih belum maksimal. Kita butuh tambahan alat berat dan truk untuk mengangkut sisa eceng gondok yang masih menumpuk,” ungkapnya.


Menurut Dandim, eceng gondok yang telah diangkat sebenarnya masih bisa dimanfaatkan lebih lanjut, misalnya diolah menjadi kompos atau pakan ternak. Namun, hingga saat ini, belum ada mekanisme pengelolaan yang optimal.
“Sayang kalau hanya dibuang begitu saja. Eceng gondok ini bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih bernilai, seperti pupuk atau pakan ikan. Ini bisa menjadi solusi agar masalah serupa tidak terus berulang,” ujarnya.
Selain mengganggu ekosistem, pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali juga berdampak pada ketersediaan air bersih. Waduk Darma selama ini menjadi sumber air baku bagi masyarakat Kabupaten Kuningan dan Cirebon.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memperburuk kualitas air di waduk tersebut.Dandim menegaskan bahwa pembersihan eceng gondok ini harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak, baik pemerintah daerah, komunitas lingkungan, maupun warga setempat.
Ia juga meminta masyarakat, khususnya pemilik keramba, untuk ikut menjaga keseimbangan ekosistem waduk.”Kita tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menjaga lingkungan.
Harapannya, ke depan ada kesepakatan bersama untuk mempertahankan ekosistem Waduk Darma, bukan hanya dengan aksi pembersihan, tapi juga dengan pencegahan agar eceng gondok tidak tumbuh liar lagi,” tuturnya. (Nars)























