KUNINGAN – Sektor pertanian dan ketahanan pangan menjadi prioritas dalam 100 hari kerja Bupati Kuningan guna mendukung visi Kuningan Melesat. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi pertanian berkelanjutan serta memperkuat akses pangan bagi masyarakat sebagai langkah strategis dalam pembangunan daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menegaskan bahwa berbagai program telah disiapkan untuk mempercepat implementasi kebijakan ketahanan pangan.
- Menyambut Tahun Baru Islam, Umat Islam Diimbau Perkuat Refleksi Lewat Doa Akhir dan Awal Tahun
- Masih Banyak Kendala Sistem Zonasi PMB di Jabar, Legislator Gerindra Minta Pendidikan Tidak Dijadikan Ajang Coba-Coba
- Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati: Program Sekolah Maung Bisa Sukses dengan Validitas Data Siswa
- Sentuhan Gotong Royong SPPG Bakom Sulap SDN 1 Sagarahiang Jadi Lebih Berwarna
- Ditanya Soal “Lobi” BPK demi Status WTP, Bupati Kuningan Kasih Jawaban Menohok
Program ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menitikberatkan pada stabilitas pangan, efisiensi produksi, dan pengendalian inflasi.“Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan program ketahanan pangan dan pertanian agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Sinergi yang kuat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Kuningan yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Dr. Wahyu.


Beberapa program unggulan yang menjadi fokus dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan antara lain:
Program Bernas (Benih untuk Rakyat Meningkatkan Produktivitas)
– Memberikan bantuan benih unggul untuk meningkatkan hasil panen petani.Bang Pupuk (Bantuan Gapoktan untuk Penebusan Pupuk)
– Mempermudah akses kelompok tani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi guna meningkatkan produktivitas pertanian.Gerakan Pangan Murah (GPM)
– Upaya pengendalian inflasi dengan menjual bahan pangan pokok melalui program Padaringan (Penjualan Bahan Pangan Dalam Rangka Pengendalian Inflasi).
Taman Masagi (Tanam di Halaman Mitra Strategi Jaga Inflasi)
– Mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam bahan pangan guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah.Demplot Konservasi dan Pengembangan Biosprospeksi
– Penerapan teknik pertanian berkelanjutan yang mengoptimalkan konservasi lahan dan sumber daya hayati.
(nars)














