KUNINGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Luragung tetap berjalan normal pada Jumat (3/10/2025), meskipun sehari sebelumnya puluhan siswa harus dilarikan ke Puskesmas diduga akibat keracunan menu MBG.
Pantauan di lapangan menunjukkan, para pelajar masih terlihat menyantap menu yang dibagikan pihak sekolah. Mereka tampak menyantap makanan tersebut seperti biasa, seolah tidak terpengaruh oleh insiden yang menimpa rekan-rekan mereka.
- Pererat Silaturahmi Jelang Ramadan, Koramil 1501 Kuningan Gelar Munggahan Bersama Anggota DPRD
- Ironi Kemegahan Waduk Darma: Wisata Mendunia, Masih Ada Desa “Miskin Ekstrem”
- Sambut Ramadan 2026, Bupati Dian Rachmat Yanuar: Hiburan Malam Tutup Total, Petasan Dilarang Keras
- Ramadan 1447 H, Ini Penyesuaian Jadwal Jam Kerja ASN Kuningan
- Peringati HPN 2026, PWI Kuningan Hijaukan Lereng Ciremai: Investasi Ekologi untuk Masa Depan
Kepala SMAN 1 Luragung, Suleha, mengatakan bahwa pihak sekolah masih menunggu hasil resmi laboratorium yang menyatakan penyebab pasti keracunan puluhan pelajar pada hari ini. Namun, ia memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala sakit sudah mendapat penanganan medis.

“Pagi tadi kami baru tahu banyak anak-anak yang sakit. Gejalanya kebanyakan diare. Kami langsung membawa mereka ke puskesmas. Dugaan sementara memang mengarah pada makanan MBG kemarin, tapi itu masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelas Suleha.
Suleha menambahkan, keluhan sakit perut dan diare mulai dirasakan siswa sejak Kamis malam. Beberapa siswa tetap masuk sekolah pada Jumat pagi, namun kondisi mereka memburuk hingga akhirnya harus dievakuasi ke puskesmas.
Menu MBG yang dibagikan pada Kamis (2/10/2025) terdiri dari ayam kecap, tempe bacem, buah anggur, dan sayuran. Paket makanan tersebut dipasok oleh SPPG yang beroperasi di Desa Luragung Landeuh untuk melayani sekitar 1.200 siswa di sekolah tersebut.
“Sejauh ini program MBG sudah berjalan hampir tiga bulan dan baru kali ini ada kejadian seperti ini. Kami tentu berharap ada evaluasi menyeluruh, terutama dari penyedia makanan,” imbuh Suleha.
Sebelumnya, sebanyak 80 siswa SMAN 1 Luragung mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Luragung akibat gejala mual, muntah, dan diare. Dari jumlah tersebut, lima siswa harus dirujuk ke rumah sakit. (Nars)


