KUNINGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon dan Perumda BPR Kuningan (Bank Kuningan) sepakat untuk memperkuat sinergi demi mendongkrak perekonomian daerah.
OJK Cirebon menyoroti masih minimnya pemahaman masyarakat terkait akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), sementara Bank Kuningan berkomitmen memperluas ekspansi kredit UMKM dan literasi keuangan.
- Survei Poltracking Tempatkan Elektabilitas PKB di Posisi Keempat Nasional, DPC Kuningan Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengungkapkan keprihatinannya karena masih banyak masyarakat Kuningan yang belum mengetahui cara dan persyaratan mengakses KUR, padahal program ini telah berjalan sejak tahun 2007.
“Ini sangat ironis. Ternyata banyak masyarakat yang tidak tahu cara mengakses KUR. Untuk itu, kami berupaya proaktif, tidak menunggu bola, tapi turun langsung ke masyarakat,” ujar Agus dalam keterangannya, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu di Kuningan.
Untuk mengatasi hal tersebut, OJK Cirebon menggandeng Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Lembaga Jasa Keuangan.
Tujuannya agar penyaluran KUR yang saat ini dinilai masih cukup rendah bisa lebih optimal melalui sosialisasi yang gencar.
Bank Kuningan Bidik Ekspansi Kredit Produktif
Di sisi lain, Direktur Utama Perumda BPR Kuningan, Dodo Warda, menyambut positif dorongan pemerintah daerah agar perbankan lebih leluasa menyalurkan kredit. Sebagai bank milik daerah yang sehat, Bank Kuningan terus fokus pada pemberdayaan sektor produktif.
”Tahun 2025 kemarin, kami menyalurkan Rp 109 miliar kredit untuk sektor produktif. Tahun 2026 ini, kami berencana ekspansi kredit ke sektor yang sama sebesar Rp 26 miliar,” jelas Dodo.
Dodo juga berharap Bank Kuningan dapat dilibatkan sebagai penyalur KUR, mengingat kondisi kesehatan bank yang dinilai sangat baik. Hal ini diharapkan dapat memberikan korelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Fokus Literasi Gen Z dan Tangkis Isu Gagal BayarSelain ekspansi kredit, Bank Kuningan juga menaruh perhatian serius pada literasi keuangan bagi Generasi Z dan pelajar. Program edukasi rutin dilakukan ke sekolah-sekolah untuk mencegah generasi muda terjerat praktik keuangan merugikan seperti pinjaman online (pinjol) ilegal.
“Nasabah Gen Z menjadi prioritas kami. Kami rutin tiap bulan ke sekolah, bahkan saat upacara atau momen salat Dhuha, untuk menjelaskan praktik lembaga keuangan agar mereka tidak dirugikan,” tambah Dodo.
Menanggapi isu tunda bayar (gagal bayar) yang sempat ramai di lingkup Pemkab Kuningan, Dodo memastikan hal tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko di Bank Kuningan. “Tidak begitu berpengaruh, karena konsentrasi kredit kami sebagian besar pada UMKM dan kredit payroll perangkat desa (Siltap) yang aman,” sebutnya. (Nars)

























