KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perhubungan terus berupaya maksimal memberikan layanan penerangan jalan umum (PJU) kepada masyarakat. Meski dengan keterbatasan anggaran, personel, dan armada operasional, tim pemeliharaan PJU tetap siaga menangani aduan dan perbaikan setiap hari, termasuk di akhir pekan dan hari libur.
Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dishub Kabupaten Kuningan, M. Khadafi Mufti, menjelaskan bahwa status jalan di Kabupaten Kuningan terbagi dalam empat kategori, yaitu jalan poros desa, jalan kabupaten, jalan provinsi, dan jalan nasional. Total panjang jalan mencapai sekitar 813 kilometer, dengan jumlah titik PJU yang telah terdata sebanyak 18.325 titik cahaya.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
“Sebagian besar titik PJU berada di ruas jalan kabupaten, kecamatan, dan poros desa, yaitu sebanyak 17.452 titik. Sementara untuk jalan provinsi tercatat 450 titik cahaya, dan jalan nasional 930 titik,” ujar Khadafi, Kamis (5/6/2025).
Sementara itu, PJU tenaga surya (PJU-TS) yang pemasangannya dilakukan oleh pemerintah pusat masih dalam proses pendataan oleh Dishub.
Untuk tahun 2025, Dishub Kuningan hanya mendapat alokasi anggaran sekitar Rp350 juta untuk pemeliharaan rutin. Padahal, kebutuhan ideal anggaran pemeliharaan PJU mencapai sekitar Rp3 miliar. Di sisi lain, anggaran untuk pembayaran listrik PJU milik Pemda mencapai Rp14,1 miliar per tahun.

“Kami menyadari kebutuhan masyarakat sangat tinggi. Dari hasil pemetaan di lapangan, masih ada kekurangan sekitar 7.500 titik PJU di jalan desa dan kabupaten. Sedangkan untuk jalan provinsi dibutuhkan tambahan sekitar 1.500 titik, dan jalan nasional masih membutuhkan sekitar 800 titik cahaya,” jelasnya.
Meski dalam keterbatasan, tim Dishub tetap berupaya optimal memberikan pelayanan. Hingga bulan Mei 2025, telah tercatat 2.334 kegiatan perbaikan dan pemeliharaan PJU di berbagai lokasi, termasuk di ruas jalan desa, kabupaten, provinsi, nasional, pemukiman penduduk, hingga fasilitas umum dan bangunan pemerintahan.
“Tim kami hanya terdiri dari 12 personel yang dibagi dalam dua shift, ditambah satu kendaraan operasional. Kami bekerja mulai pagi, malam, bahkan sampai bertemu pagi lagi. Di musim hujan, pekerjaan semakin menantang karena disertai angin kencang dan petir. Tapi kami tetap komitmen untuk melayani masyarakat sebaik mungkin,” ungkap Khadafi.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan dukungan dari pimpinan daerah, seperti Bupati Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, PJ Sekda Beni Prihayatno, serta Plt Kadishub Laksono Dwi Putranto dan jajaran DPRD Kabupaten Kuningan.
“Kami sedang menjajaki komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan. Harapan kami, dukungan anggaran bisa segera ditingkatkan,” ucapnya.
Lebih jauh, Dishub juga mengimbau pemerintah desa agar dapat mengalokasikan sebagian dana desa untuk pengadaan PJU di wilayah masing-masing.
“PJU adalah fasilitas publik yang sangat vital. Demi keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat di malam hari, kami berharap semua pihak bisa berkolaborasi. Bersama-sama, kita selesaikan persoalan penerangan jalan di Kabupaten Kuningan,” pungkas Khadafi.(NARS)










