Kuningan

‎Ada-ada Saja! Warga Kuningan Minta Bantuan Damkar untuk Nasehati Anak hingga Ucapkan Ulang Tahun‎‎

KUNINGAN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kuningan kerap menerima laporan-laporan tak biasa dari masyarakat. Selain tugas utama memadamkan api dan penyelamatan darurat, Damkar Kuningan juga sering diminta melakukan hal-hal di luar nalar, seperti menasehati anak yang malas belajar hingga mengucapkan selamat ulang tahun.‎‎

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, Andri Arga Kusumah, membenarkan fenomena tersebut. Ia mengaku, pihaknya beberapa kali menerima permintaan nyeleneh dari warga melalui sambungan telepon ataupun media sosial resmi Damkar.

‎‎“Pernah ada orang tua yang minta bantuan Damkar membuat video agar kami menasehati anaknya yang malas belajar. Katanya, kalau dikasih tahu orang tua malah nggak mempan, jadi minta bantuan Damkar karena anaknya takut sama orang yang berseragam,” ujar Andri saat dikonfirmasi Rabu (4/6/2025).‎‎

Tak hanya itu, sambung Andri, ada pula permintaan warga agar petugas Damkar membuat ucapan ulang tahun untuk anak mereka dengan pose petugas lengkap dengan kendaraan operasional dan seragam kebanggaan. “Alhamdulillah kehadiran Damkar bisa membuat anak-anak senang, ya kami maklumi, apalagi kalau untuk edukasi,” tuturnya sambil tersenyum.‎‎

Meski di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi), Andri menjelaskan bahwa pihaknya tetap berusaha melayani masyarakat sebaik mungkin, selama permintaan tersebut masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu kesiapsiagaan terhadap kondisi darurat.‎‎

Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga

“Kami prioritaskan keselamatan masyarakat. Kalau sedang tidak ada panggilan darurat dan petugas tersedia, kami jadikan momen itu sebagai bagian dari edukasi. Misalnya sambil memberikan pengetahuan soal bahaya kebakaran atau cara menyelamatkan diri,” jelasnya.

‎‎Andri menambahkan, tren seperti ini menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap instansi Damkar Kabupaten Kuningan. “Meski hasil survei capaian SKPD tempat kami bernaung tidak masuk hitungan lembaga survei, bukti kepercayaan masyarakat ini yang berbicara,” tandasnya. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement