KUNINGAN — Di tengah kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi bencana di musim kemarau, keseriusan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan justru dipermainkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Petugas dibuat gigit jari setelah menindaklanjuti laporan palsu (prank) mengenai dugaan insiden kebakaran pada Jumat (31/7/2026).
Laporan tersebut awalnya masuk dan mengabarkan adanya peristiwa kebakaran di sekitar bangunan Kantor Sekretariat Hamida Koordinator Kuningan, yang berlokasi di Jalan RE. Martadinata, Desa Balong, Kecamatan Sindangagung.
- Ratusan Warga Antusias Ikuti Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis IDI Kuningan di Wilayah Perbatasan
- 11 Dokter Spesialis ‘Turun Gunung’ ke Pelosok Cibingbin, Bupati Kuningan Apresiasi Program Jemput Bola IDI
- Kemarau Menggigit Kuningan Timur, Baznas Hadir Beri Bantuan, Warga Rela Antre Air Bersih Hingga Menjelang Magrib
- Dari Reserse Hingga Berantas Narkoba: Menakar Rekam Jejak Kapolres Baru Kuningan AKBP Bellen Anggara
- Seorang Warganya Cetak Juara Umum di Tengah Keterbatasan, Kades Cikaso Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat Inisiatif Presiden Prabowo
Tanpa membuang waktu, petugas pemadam segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan cepat. Namun, sesampainya di lokasi, petugas tidak menemukan adanya kobaran api maupun bekas kebakaran sedikit pun.
Setelah melakukan penyisiran di area gedung dan berkoordinasi dengan pengelola setempat, dipastikan situasi dalam kondisi aman dan laporan yang diterima murni berita bohong.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab tersebut. Menurutnya, ulah iseng seperti ini sangat merugikan petugas yang saat ini tengah mengerahkan fokus penuh untuk mengantisipasi tingginya ancaman kebakaran di wilayah Kuningan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, tolong jangan iseng atau main-main dengan laporan kebakaran. Saat ini kita sedang memasuki musim kemarau, di mana potensi kebakaran sangat tinggi dan petugas kami disiagakan secara ketat,” tegas Andri geram.
Ia menambahkan bahwa setiap pergerakan armada dan personel menuntut kesiapan fisik serta biaya operasional yang tidak sedikit. Di tengah keterbatasan anggaran operasional yang dimiliki instansinya, respon terhadap laporan palsu hanya akan membuang energi dan sumber daya yang seharusnya bisa disalurkan untuk keadaan darurat yang sungguh-sungguh membutuhkan pertolongan.
“Biaya operasional kami terbatas dan fokus kami adalah melayani masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali demi kebaikan bersama,” tandasnya.
Pihak Damkar mengimbau warga agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan darurat, sehingga efektivitas penanganan bencana di Kabupaten Kuningan tetap terjaga. (Nars)













