KUNINGAN, – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kuningan, Rana Suparman, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya politisi senior PDI Perjuangan, Bambang Suela (Alm).Mantan anggota DPRD Kuningan periode 1999-2004 dan 2004-2009 ini dikabarkan tutup usia pada Senin (3/11/2025).
- Menyambut Tahun Baru Islam, Umat Islam Diimbau Perkuat Refleksi Lewat Doa Akhir dan Awal Tahun
- Masih Banyak Kendala Sistem Zonasi PMB di Jabar, Legislator Gerindra Minta Pendidikan Tidak Dijadikan Ajang Coba-Coba
- Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati: Program Sekolah Maung Bisa Sukses dengan Validitas Data Siswa
- Sentuhan Gotong Royong SPPG Bakom Sulap SDN 1 Sagarahiang Jadi Lebih Berwarna
- Ditanya Soal “Lobi” BPK demi Status WTP, Bupati Kuningan Kasih Jawaban Menohok
Rana mengenang almarhum sebagai sosok senior panutan dan pejuang tangguh yang memiliki catatan sejarah penting dalam perjalanan partai berlambang banteng tersebut.
“Yang pertama saya mengucapkan bela sungkawa dan duka yang mendalam kepada senior saya ya, beliau adalah senior kita semua,” ujar Rana Suparman saat dimintai tanggapannya di Gedung DPRD Kuningan, Senin (3/11).
Rana mendoakan agar segala perjuangan dan pengabdian yang telah almarhum dedikasikan melalui partai dapat tercatat sebagai amal baik. Ia juga berharap almarhum ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan segala khilafnya diampuni.
”Dan bagi keluarga yang ditinggalkan supaya diberi kekuatan, diberi ketenangan, dan kita senantiasa berdoa kepada almarhum,” ucapnya.
Lebih jauh, Rana mengenang banyak hal yang ia alami bersama almarhum. Ia bersaksi bahwa Almarhum Bambang Suela adalah salah seorang pejuang yang gigih mempertahankan eksistensi PDI Perjuangan pada masa genting, yakni saat terjadinya dualisme kepemimpinan di era Orde Baru.
“Beliau adalah salah seorang pejuang yang dulu mempertahankan eksistensi PDI Perjuangan pada saat ada dua kekuatan. Yaitu adanya kekuatan Pro-Suryadi dan Pro-Mega,” kenang Rana.
Dalam situasi tersebut, lanjut Rana, almarhum mengambil sikap yang jelas dan tangguh dalam membela kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.
“Dan beliau adalah yang tangguh untuk membela Pro-Mega,” ungkapnya.
Menurut Rana, perjuangan almarhum di masa lalu yang penuh idealisme, kini hasilnya dapat dinikmati oleh para kader generasi penerus. Ia meyakini sikap idealisme almarhum akan menjadi warisan berharga.
“Saya yakin apa yang mendasari untuk sikap-sikap idealisme beliau akan menjadi sebuah catatan emas bagi kita sebagai junior-juniornya,” sebut Rana.
Di luar sosoknya yang pejuang, Rana juga mengenang almarhum sebagai pribadi yang humoris. Namun, lelucon atau “jok-jok” yang dilontarkan almarhum, menurutnya, selalu sarat makna dan tidak sekadar banyolan.
”Beliau humoris ya. Banyak jok-jok yang beliau lemparkan dan membuat kita menjadi bisa gembira. Tapi punya makna, jadi kalau beliau menyampaikan jok itu ya perlu kita kaji,” jelasnya.
Rana menyimpulkan bahwa almarhum adalah sosok kader yang mumpuni dan matang secara ideologi. “Memang beliau ini cukup mateng ya, kader mateng,” kata politisi Dapil 5 Kuningan ini. (Nars)














