KUNINGAN, – Para pembudidaya ikan keramba jaring apung (KJA) di Waduk Darma, Kuningan, menyuarakan keluhan mereka karena merasa tidak dilibatkan dalam pasokan Program Makan Bergizi (MBG). Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, menegaskan telah mengimbau seluruh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan potensi perikanan lokal.
- Respon Edaran Gubernur Soal Moratorium Perumahan, Kuningan Berlakukan Diskresi
- Sambut Nataru, PUTR Kuningan Pastikan Jalur Mudik dan Wisata Mulus, Titik Macet Cisantana Dibenahi
- Kunjungi Desa Tambakbaya, Rokhmat Ardiyan Tersentuh Perjuangan Relawan ODGJ
- Viral! Luapkan Bahagia Terima SK, Ribuan PPPK di Kuningan Asyik Goyang ‘Tabola Bale’
- Dapat Aduan Dugaan Oknum Dewan ‘Nyambi’ Bisnis Dapur MBG dengan Menu Buruk, Anggota Komisi 4 Geram
Keluhan ini sebelumnya diutarakan oleh salah seorang pembudidaya ikan di Desa Jagara, Kecamatan Darma. Ia mengungkapkan, para petani lokal belum merasakan dampak ekonomi dari program masif tersebut, padahal produksi ikan di Waduk Darma sangat melimpah.
“Kalau program MBG benar-benar melibatkan pelaku perikanan lokal, tentu sangat membantu. Produksi ikan di Waduk Darma sebenarnya besar, tapi sering terkendala pasar dan biaya pakan,” kata pria yang enggan ditulis identitasnya ini.
Ia menambahkan, jika pemerintah melalui SPPG menjadikan ikan Waduk Darma sebagai sumber pasokan, hal itu akan menyejahterakan masyarakat sekitar waduk. “Selama ini ikan dari Waduk Darma banyak dijual keluar daerah,” keluhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Sekda Kuningan Uu Kusmana, dalam kapasitasnya sebagai Kepala Satgas MBG, mengaku prihatin. Saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025), ia memahami jika pengelola dapur (SPPG) memiliki hak prerogatif dalam menentukan menu.
“Dan tentunya saya selaku Satgas juga prihatin kalau memang pengusaha lokal kita terkait ikan di Waduk Darma tidak dimanfaatkan,” ujar Uu Kusmana.
Sebagai tindak lanjut, Uu Kusmana menegaskan telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh pengelola dapur MBG di Kuningan untuk segera melakukan variasi menu dengan memasukkan olahan ikan.
“Saya selaku Satgas tentunya menghimbau kepada seluruh SPPG atau dapur yang tersebar di Kabupaten Kuningan untuk memanfaatkan potensi ikan yang ada di Kabupaten Kuningan ini, salah satunya dari para petani keramba Waduk Darma,” ungkapnya.
Menurut Sekda, langkah ini sangat penting untuk menciptakan efek ganda (multiplier effect). Selain untuk pemenuhan gizi yang lebih beragam, pemanfaatan ikan lokal juga akan menggerakkan roda perekonomian kerakyatan.
“Pemanfaatan ikan lokal juga akan menggerakkan roda perekonomian kerakyatan, khususnya bagi para petani ikan di Waduk Darma,” jelasnya.
Ia pun meminta agar ikan lokal dapat segera dijadikan salah satu menu utama yang disajikan kepada penerima manfaat, meski tidak harus setiap hari.
“Walaupun kan tidak harus setiap hari, (tapi bisa) seminggu berapa kali. Dan ini juga akan berdampak pada perputaran ekonomi petani ikan di Waduk Darma,” sebut mantan Kadisdik Kuningan ini. (Nars)










