KUNINGAN – Sempat terjadi rivalitas pasca Muscab sebelum terbit SK kepengurusan periode 2026-2031, Sekretaris DPC PPP Kuningan, Masuri akhirnya ungkap rekonsiliasi internal yang kini telah dicapai oleh seluruh elemen partai.
Dinamika serta silang pendapat yang mewarnai proses Musyawarah Cabang (Muscab) hingga turunnya Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dipastikan telah usai, seiring dengan komitmen islah demi kepentingan yang lebih besar.
Masuri menjelaskan bahwa perbedaan sikap, baik secara pribadi maupun kelembagaan, sejatinya adalah dinamika yang sangat lumrah dalam kancah politik.
“Mengutip nilai-nilai keagamaan, perbedaan tersebut harus disikapi sebagai rahmat, bukan justru dijadikan bumbu pemantik perpecahan,” ungkap pria yang akrab disapa Gonjes ini.
Berbekal kedewasaan politik yang tinggi, para kader yang sebelumnya sempat bersaing, termasuk mantan Ketua DPC Toto dan Ali Akbar yang kini resmi memegang tampuk kepemimpinan, telah sepakat untuk legowo. Mereka berkomitmen memegang teguh prinsip persatuan dan menyingkirkan ego sektoral guna membawa partai berlambang Ka’bah ini ke arah yang jauh lebih baik.
- Sempat Terjadi Rivalitas, Pasca Terbit SK, Sekretaris DPC PPP Kuningan Ungkap Rekonsiliasi
- Arah Baru DPC PPP Kuningan Siap Padukan Politik Modern dan Kekuatan Pesantren
- Semakin Dekat Menuju Liga 3, Pesik Kuningan Hanya Butuh Hasil Seri untuk Lolos ke 8 Besar Piala Presiden
- Selain 9 Titik, Puluhan Titik di Kuningan Juga Akan Terdampak Pemadaman Listrik Selasa 23 Juni 2026, Cek Daftarnya!
- Siap-Siap! PLN Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan Besok, Sembilan Wilayah Ini Bakal Padam
Keputusan rekonsiliasi di tingkat Kabupaten Kuningan ini juga mendapatkan dorongan positif dari tuntasnya dinamika di tingkat nasional. Menyusul putusan Pengadilan Negeri Jakarta yang menolak gugatan keabsahan pimpinan pusat, kepemimpinan Ketua Umum DPP PPP Mardiono untuk periode 2025-2030 kini berstatus sah secara hukum.
Dengan kondisi internal pusat dan daerah yang kian solid, kepengurusan DPC PPP Kuningan kini memusatkan seluruh energi pada target pemenangan elektoral ke depan. Partai ini mematok target agresif berupa perolehan minimal lima kursi dewan, yang mengartikan mereka harus mampu mengamankan setidaknya satu wakil rakyat di setiap daerah pemilihan (dapil).
Guna merealisasikan target perolehan kursi tersebut, jajaran pengurus telah menyusun rumusan langkah-langkah strategis tanpa menunda waktu.
Agenda penting terdekat yang siap dihelat adalah pelantikan pengurus DPC yang akan diselenggarakan berbarengan dengan agenda Rapat Kerja Cabang. Di samping agenda tersebut, mesin partai juga mulai dipanaskan untuk menyongsong proses verifikasi partai politik pada tahun 2027 mendatang.
Sebagai prasyarat lolos verifikasi, DPC PPP Kuningan menargetkan pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) agar segera menyentuh angka minimal 75 persen. Secara paralel, pembentukan pengurus ranting juga terus dikebut secara masif di 188 desa dari total 376 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kuningan demi memenuhi batas keterwakilan 50 persen di tingkat basis politik terbawah. (Nars)















