KUNINGAN – Akses lalu lintas penghubung Kecamatan Luragung dan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, terputus pada Sabtu (10/1/2026) sore.
Hal ini disebabkan oleh tebing di pinggir jalan yang ambruk dan membawa material rumpun bambu dan pohon lainnya hingga menutup seluruh badan jalan.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
Peristiwa tersebut tepatnya terjadi di Blok Kiara Domba, Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kepala Desa Cileuya, Warjo, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa material longsor yang didominasi oleh pohon bambu tersebut melintang di tengah jalan, sehingga tidak menyisakan ruang gerak bagi kendaraan yang melintas.
“Benar, kejadiannya sekitar pukul empat sore tadi. Tebing di pinggir jalan itu ambruk, dan parahnya material longsorannya membawa rumpun bambu yang cukup besar hingga menutup akses jalan raya,” ujar Warjo saat dikonfirmasi.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dari kedua arah terhalang total. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dan menyebabkan antrean kendaraan di sekitar lokasi kejadian.
”Kondisi saat ini macet karena mobil dan motor tidak bisa lewat sama sekali. Material bambu dan tanah menutupi badan jalan,” tambahnya.
Warjo menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat. Saat ini, tim dari UPT Damkar Satpol PP dan BPBD Kabupaten Kuningan dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi material longsor dan pembersihan pohon tumbang.
“Sedang ditangani bersama Polsek, Koramil, PU dan Masyarakat dan para relawan yg kebetulan lewat jalan Kiaradomba,” ungkapnya.
Warga dan pengguna jalan diimbau untuk bersabar atau mencari jalur alternatif sementara sembari menunggu proses evakuasi yang akan dilakukan petugas gabungan. **(Nars)**










