KUNINGAN – Pengurus Cabang Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kabupaten Kuningan terus bergerak cepat dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial.
Tak hanya menyasar lingkungan sekolah, radar pencarian FOBI kini meluas hingga ke sanggar-sanggar seni lokal demi persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
Salah satu potensi besar ditemukan saat jajaran pengurus FOBI Kuningan menyambangi Sanggar Bangkit Remaja Musik (BRM) di Desa Manggari, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu (10/1/2026).

Ketua Pengcab FOBI Kabupaten Kuningan, Arief Komara, mengungkapkan bahwa sanggar-sanggar seni di daerah ternyata menyimpan “harta karun” berupa talenta muda yang sudah memiliki dasar keterampilan barongsai yang mumpuni.
“Kunjungan kami ke Sanggar BRM ini dalam rangka inventarisasi atlet. Ternyata potensinya luar biasa. Secara fisik dan dasar gerakan, mereka sudah terbentuk karena rutin tampil,” ujar Arief di sela-sela kunjungan.
Meski demikian, Arief memberikan catatan khusus terkait teknis gerakan. Menurutnya, karena selama ini para pemain di sanggar lebih fokus pada pertunjukan hiburan (entertainment), maka perlu adanya penyesuaian untuk masuk ke ranah olahraga prestasi.
“Gerakan mereka sudah bagus, hanya tinggal dipoles dan diarahkan sedikit lagi. Selama ini dominan di unsur seninya, nanti kita arahkan agar sesuai dengan regulasi dan standar penilaian olahraga barongsai agar bisa bersaing di Porprov,” jelas Arief.
Sementara itu, Pengasuh Sanggar BRM, Edi Junaedi, menyambut positif inisiatif FOBI Kuningan yang mau turun langsung ke desa-desa. Ia menjelaskan bahwa sanggar asuhannya memang sudah lama eksis dan kerap melahirkan grup-grup barongsai yang tampil di berbagai acara.
”Kami sangat terbuka dan mendukung. Anak-anak di sini dilatih fisik dan gerakannya oleh anak saya, Dedi. Jika memang keterampilan mereka bisa disalurkan untuk prestasi daerah, tentu kami siap bergabung dan berlatih lebih giat,” tutur Edi.
Langkah jemput bola yang dilakukan FOBI Kuningan ini diharapkan mampu melengkapi kuota atlet barongsai daerah, sekaligus mentransformasi para pegiat seni tradisional menjadi atlet profesional yang siap mengharumkan nama Kuningan di kancah Jawa Barat. **(Nars)










