KUNINGAN – Satu unit truk bernopol AA 8249 IF ditemukan sarat muatan kayu langka jenis Sonokeling di tengah hutan Blok Panjakroma, Desa Pasawahan, Kamis (8/1/2026) dini hari.
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan hasil hutan tersebut, namun satu pertanyaan besar kini menyeruak: Siapa sebenarnya dalang di balik aksi nekat ini?
- Gelar Hari Aspirasi, Fraksi PKS DPRD Kuningan Siap Kawal Regulasi BUMR dan Ekonomi Digital
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
Dalam operasi penyergapan yang berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB itu, petugas mendapati barang bukti yang mencengangkan. Terdapat 16 batang kayu Sonokeling dengan ukuran raksasa—beberapa di antaranya berdiameter hingga 83 sentimeter—yang sudah siap angkut di atas bak truk.
Humas BTNGC, Ady Sularso, menjelaskan operasi ini bermula dari deteksi dini aktivitas mencurigakan oleh tim gabungan Polhut, Babinsa, dan masyarakat sejak Rabu malam. Namun, saat tim melakukan serbuan, para pelaku berhasil melarikan diri ke dalam rimbunnya hutan yang gelap gulita.
“Kondisi gelap dimanfaatkan pelaku untuk kabur. Tapi mereka meninggalkan truk beserta muatannya. Ini menjadi pintu masuk bagi kami untuk membongkar jaringan ini,” ujar Ady Sularso.

Meski para penebang liar berhasil lolos dari sergapan awal, mereka meninggalkan jejak yang fatal. Di dalam kabin truk, petugas menemukan sejumlah dokumen penting seperti STNK, buku KIR, hingga kartu e-money.
Petunjuk-petunjuk inilah yang menjadi kunci bagi pihak kepolisian untuk memburu pemilik dan otak di balik pembalakan liar tersebut. Respons cepat ditunjukkan oleh Polsek Pasawahan yang langsung melakukan olah TKP.
“Dari pengembangan bukti-bukti yang tertinggal, Polsek Pasawahan berhasil mengamankan seorang pria berinisial N. Saat ini N diduga kuat terlibat dan sedang menjalani pemeriksaan intensif,” ungkap Ady.
Penangkapan “N” diharapkan menjadi benang merah untuk menarik keluar aktor intelektual yang memodali operasi pencurian kayu bernilai ekonomis tinggi ini.Ady menegaskan bahwa BTNGC tidak akan main-main dalam menjaga aset konservasi negara.
“Barang bukti kayu dan truk sudah kami amankan. Kami mengajak masyarakat untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan biarkan Ciremai dijarah,” tegasnya mewakili Kabalai TNGC, Toni Anwar. (Nars)










