KUNINGAN – Di tengah mencuatnya isu kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) langsung melakukan cek pasar.
Pengecekan stok dan harga sembako dilakukan tim di sejumlah pasar tradisional terutama di Pasar Baru dan Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
Pemerintah memastikan harga minyak goreng, yang kerap menjadi komoditas sensitif, saat ini dalam kondisi stabil dan stoknya sangat mencukupi.
Plt Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Elon Carlan, secara tegas menepis kekhawatiran masyarakat terkait lonjakan harga minyak goreng tersebut. Berdasarkan pengecekan langsung timnya ke sejumlah pasar tradisional, harga minyak goreng terpantau patuh pada Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Menanggapi isu kenaikan harga minyak goreng, kami sudah turun langsung cek lapangan ke pasar-pasar tradisional. Alhamdulillah, faktanya harga stabil di angka Rp 15.700 per liter, ini sudah sesuai HET,” ungkap Elon saat dikonfirmasi Kuningan Religi, Kamis (8/1/2026).
Tak hanya soal harga, Elon juga menjamin ketersediaan barang. Ia mencontohkan, di salah satu titik pasar tradisional saja, timnya menemukan stok hingga 300 kardus.
Hal ini menjadi indikator kuat bahwa rantai pasok minyak goreng di Kuningan tidak mengalami hambatan.Kestabilan harga ini rupanya bukan kebetulan, melainkan hasil perencanaan matang sejak jauh hari. Elon menjelaskan, koordinasi lintas sektoral telah dibangun sejak momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu hingga persiapan menyambut Lebaran nanti.
“Tugas kami kan menstabilkan stok dan harga. Kami sudah koordinasi intens dengan Bulog dan Pertamina. Hasilnya, Bulog menambah kuota stok pangan untuk Kuningan sebanyak 10 persen dari kuota harian. Begitu pun Pertamina, ada penambahan stok 10 persen untuk BBM seperti Pertalite, Pertamax, hingga LPG guna pengamanan liburan sampai persiapan Ramadhan,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Elon juga meluruskan anggapan miring bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memicu kelangkaan karena berebut stok dengan kebutuhan masyarakat umum.Ia memastikan, jalur distribusi untuk Dapur MBG memiliki kanalnya sendiri dan tidak akan mengganggu stok sembako di pasar rakyat.
“Order untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) ini tersendiri, tidak bersinggungan dengan kebutuhan masyarakat di pasar. Jadi tidak perlu cemas,” jelasnya.
Justru, Elon mendorong agar keberadaan Dapur MBG ini menjadi lokomotif baru bagi ekonomi kerakyatan. Ia mengimbau para pengelola Dapur MBG untuk memprioritaskan penggunaan bahan baku lokal.
“Kami sedang upayakan pemberdayaan ekonomi lokal. Dapur MBG kami imbau wajib pakai bahan baku lokal dan produk UMKM Kuningan, seperti tahu, roti, dan komoditas lainnya. Jadi, program ini harus menyejahterakan warga sekitar,” tandasnya. (Nars)










