KUNINGAN – Aksi pencurian hasil hutan (illegal logging) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil digagalkan dalam sebuah operasi senyap pada Kamis (8/1/2026) dini hari.
Tim gabungan yang terdiri dari Babinsa Koramil 1514/Pancalang dan Polisi Hutan (Polhut) TNGC menyergap sebuah truk yang memuat kayu bernilai tinggi jenis Sono Keling di Blok Panjaroma, Desa Pasawahan.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
Penyergapan yang terjadi sekira pukul 00.20 WIB ini bermula dari kecurigaan petugas saat melakukan patroli rutin sehari sebelumnya, Rabu (7/1/2026). Tim mendeteksi pergerakan kendaraan truk mencurigakan di Blok Cileutik, Desa Singkup.
“Kami melakukan pengintaian panjang mulai pukul 14.30 WIB hingga malam hari. Sekitar pukul 22.00 WIB, tim bergerak menyisir masuk ke dalam kawasan hutan sejauh kurang lebih 2 kilometer,” ujar Sertu Joko, Babinsa Koramil 1514/Pancalang yang terlibat dalam operasi tersebut.
Sayangnya, saat tim gabungan yang dilengkapi senjata api laras panjang jenis Stayer ini menyergap lokasi, para pelaku menyadari kedatangan petugas. Memanfaatkan kondisi hutan yang gelap gulita, sopir dan para pembalak liar tersebut berhasil melarikan diri meninggalkan kendaraan mereka.
“Dari hasil penyergapan, kami mengamankan 1 unit truk dengan nomor polisi AA 8249 IF yang sudah bermuatan kayu Sono Keling. Ada 16 batang kayu ukuran medeling 1 meter yang ditinggalkan pelaku,” tambah Sertu Joko.
Saat dikonfirmasi, Humas Balai TNGC, Ady Sularso membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, karena keterbatasan personel dan medan yang sulit di malam hari, barang bukti truk dan kayu sementara masih diamankan di lokasi kejadian (TKP) menunggu proses evakuasi lebih lanjut. (Nars)










