

KUNINGAN – Eksistensi Sekolah Luar Biasa (SLB) Taruna Mandiri dan Yayasan Taruna Mandiri di Kecamatan Cilimus kembali mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Di usia yang menginjak ke-18 tahun untuk sekolah dan ke-31 tahun untuk yayasan, lembaga ini dinilai telah memberikan sumbangsih tak ternilai bagi kemanusiaan dan pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, saat menghadiri perayaan Dies Natalis SLB Taruna Mandiri, Kamis (8/1/2026).
- Pandangan Satria Rizky Utama terhadap Polemik Penggantian Tugu Bola Dunia Menjadi Patung Kuda
- Kritik Pembongkaran Tugu Bola Dunia Jadi Patung Kuda, Nuzul Rachdy: Pemda Cederai Nilai Historis Bupati Terdahulu
- Belajar Integritas dan Hidup Bersahaja dari Sosok Sutami dan Agus Salim
- PHRI Kuningan Sebar Ratusan Paket Makan Siang untuk Warga Lewat Aksi Jumat Berkah
- Gebrakan Detektif Stunting Ala Kepala Puskesmas Kuningan Selamatkan Puluhan Balita
Di hadapan para guru, siswa, dan pengurus yayasan, Dian menyebut perjalanan panjang lembaga ini sebagai bukti nyata pengabdian yang luar biasa.”Ini luar biasa. Masih banyak hal yang mungkin belum bisa kita berikan untuk nusa dan bangsa, namun hadirnya sosok seperti Dr. Elon Carlan dan Ibu Kokoy Kurnaeti telah menjawab tantangan itu. Mereka memberikan sumbangsih nyata, sebuah oase bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan,” ujar Dian Rachmat Yanuar saat diwawancarai awak media.
Bupati Dian secara khusus menanggapi konsistensi SLB Taruna Mandiri yang selama belasan tahun teguh menyelenggarakan pendidikan vokasional secara gratis bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, konsep pendidikan yang diusung sangat relevan dengan kebutuhan masa depan, yakni mencetak lulusan yang berdaya dan siap kerja.
“Anak-anak istimewa ini tidak hanya dididik secara akademis, tetapi dibekali keterampilan hidup (life skill). Ada jurusan tata graha yang sudah bekerja sama dengan hotel-hotel, keterampilan membatik, hingga elektronik. Intinya, mereka diajarkan untuk bisa hidup mandiri, berdaya, dan tidak bergantung pada orang lain,” puji Dian.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Taruna Mandiri, Dr. Elon Carlan, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan lembaga yang ia rintis. Ia menegaskan bahwa di tengah segala keterbatasan, SLB Taruna Mandiri mampu membuktikan diri sebagai lembaga yang kompetitif dan prestatif.
Kebanggaan tersebut semakin lengkap dengan torehan prestasi nasional yang baru saja diraih. Kepala Sekolah SLB Taruna Mandiri, Kokoy Kurnaeti, dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi Nasional kategori Pendidik yang Dedikatif.
“Alhamdulillah, prestasi ini membawa harum nama Kabupaten Kuningan di kancah nasional. Bahkan, atas dedikasinya, Ibu Kokoy mendapat kehormatan diundang ke Istana Negara dan bertemu langsung dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” ungkap Elon. (Nars)



