KUNINGAN – PT Puspita Cipta angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan pembangunan jalan berkelok di kawasan kaki Gunung Ciremai, Cisantana, yang diisukan netizen sebagai proyek sirkuit balap.
Staf Kantor Pusat PT Puspita Cipta, Mukhlis, membantah keras isu tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek yang tengah berjalan bukanlah sirkuit, melainkan akses jalan menuju lokasi pembangunan Pesantren Darut Tauhid (Eco Pesantren).
- Persib Ditempel Ketat Borneo FC, Ini Hitungan Peluang Juara dan Jadwal Sisa Laga
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
”Jalan itu tidak diaspal, tapi hanya di-paving. Tujuannya untuk akses ke Pesantren Darut Tauhid yang sedang dibangun di atas lahan wakaf,” jelas Mukhlis saat dikonfirmasi Ahad (30/11/2025) malam.
Terkait sorotan mengenai penebangan pohon di sekitar lokasi yang dikhawatirkan memicu kerusakan lingkungan, Mukhlis menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penggantian jenis tanaman (replanting).
Pohon jenis Kaliandra yang mendominasi kawasan tersebut diganti secara bertahap dengan pohon kayu keras dan tanaman endemik Gunung Ciremai.
” Pohon Kaliandra itu kita ganti dengan pohon kayu seperti Damar, Jamuju, Pinus, dan Beringin. Tujuannya justru agar tegakan pohon lebih kuat dan sesuai dengan ekosistem, jadi bukan sekadar menebang tanpa solusi,” tambahnya.
Selain akses pesantren, Mukhlis juga memberikan keterangan terkait proyek hotel milik PT Puspita Cipta yang berada terpisah dari lokasi jalan tersebut. Hotel yang direncanakan memiliki sekitar 40 kamar itu saat ini masih dalam tahap pembangunan.
“Untuk hotel, target launching-nya belum bisa dipastikan kapan. Kami masih fokus pada pengerjaan konstruksi dan berusaha semaksimal mungkin agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar,” sebutnya.
Pihak pengembang berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat terkait aktivitas pembangunan di kawasan Palutungan tersebut. (Nars)
























