

KUNINGAN – Sebuah unggahan video di akun media sosial Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) @sppg_ciporang pada Kamis (13/11/2025), menuai sorotan publik.
Pasalnya, video tersebut memperlihatkan seorang pegawai yang sedang mengolah makanan dengan tangan telanjang tanpa menggunakan sarung tangan, sehingga memicu kekhawatiran serius mengenai standar kebersihan program Makanan Bergizi (MBG).
- Bupati Kuningan Unjuk Prestasi di Hadapan Gubernur, KDM Tekankan Pentingnya Keteladanan Pemimpin
- Gubernur Dedi Mulyadi Soroti RTRW Kuningan: Kelestarian Gunung Ciremai Adalah Nadi Kehidupan
- Hari Jadi ke-528 Kuningan: Ekonomi Melesat 7 Persen Tanpa Tinggalkan Budaya Lokal
- Ramai Flyer Wabup Tuti untuk Bupati Dian, Pengamat: Beneran “Pecah Kongsi”?
- Perkuat Ekosistem Bisnis, Homeless Media Ciayumajakuning Jajaki Kolaborasi dengan GEKRAF Cirebon
Kekhawatiran ini disuarakan oleh salah seorang ibu rumah tangga warga Kuningan, Iis. Ia mengaku cemas jika ternyata dapur SPPG MBG tidak memperhatikan aspek higienitas saat memasak makanan yang akan didistribusikan kepada anak-anak sekolah.
“Padahal yang namanya makanan, apalagi akan diberikan kepada anak-anak, itu wajib memperhatikan kebersihan mulai diolah sampai pada penyajiannya,” ujar Iis.
Lebih jauh, Iis mempertanyakan validitas Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang mungkin sudah dikantongi oleh dapur tersebut. Menurutnya, jika praktik di lapangan mengabaikan standar kebersihan dasar, sertifikasi tersebut patut dicurigai.
“Jika memang SPPG ini sudah memegang SLHS, ini patut dipertanyakan keabsahan SLHS tersebut. Apakah hanya formalitas saja,” tegasnya.
Iis pun mendesak pemerintah atau pihak terkait untuk menindak tegas temuan ini. “Ia meminta kepada pemerintah atau pihak terkait untuk mencabut sertifikat SLHS yang diberikan kepada SPPG yang dinilainya melanggar ini,” lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan pada Jumat (14/11/2025), belum ada tanggapan resmi yang diperoleh, baik dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan maupun dari pihak SPPG Ciporang terkait video yang telah beredar luas tersebut.
Saat ditelusuri pada Jumat siang, video tersebut sudah tidak tampil lagi di akun media sosial SPPG tersebut. (Nars)



