

KUNINGAN – Terkait video viral pegawai Dapur MBG yang mengolah makanan tanpa menggunakan sarung tangan dan memakai perhiasan, Kasatgas MBG Kuningan yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, U Kusmana, mengonfirmasi bahwa Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang videonya viral itu telah mengakui kekeliruannya.
Saat dikonfirmasi disela kegiatannya, U Kusmana menanggapi, selaku Ketua Satgas MBG, pihaknya memberi peringatan keras: sanksi bisa saja diterapkan jika pelanggaran serupa terulang kembali.
- Dukung Kegiatan Warga, Legislator Gerindra Jabar Hj. Tina Wiryawati Gencar Salurkan Aspirasi di Kuningan
- Kepengurusan PSSI Jabar 2026–2030 Resmi Dilantik, Apresiasi Thony Proton untuk Buky Wibawa Usung Kolaborasi Tiga Pilar
- Sabet Penghargaan The Best Leader Partnership Ketiga Kalinya, Ketua DPRD Kuningan Tekankan Pentingnya Kemitraan Kritis
- Jangan Cuma Retorika! Pengamat Minta Bupati Kuningan Tindak Tegas Oknum Perizinan Nakal
- Mengagungkan Tokoh Munafik Dinilai Membawa Ancaman Bagi Moral dan Tatanan Masyarakat
Dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025), Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI terkait video viral yang memperlihatkan pegawai dapur mengolah makanan dengan perhiasan.
“Memang SPPG terkait itu sudah dihubungi. Dan memang menerima kekeliruan di dapur,” ujar Sekda.
Kekeliruan yang diakui tersebut, lanjut U Kusmana, adalah pelanggaran standar higienitas yang mendasar. “Ya karena menggunakan jam dan cincin itu kan tidak diperbolehkan (ditambah dengan tanpa menggunakan sarung tangan),” tegasnya.
Ia sangat menyayangkan kejadian ini bisa terjadi dan bahkan diunggah ke media sosial, padahal program MBG sedang menjadi sorotan sensitif di mata publik.
Atas pengakuan kesalahan tersebut, U Kusmana memberikan peringatan tegas. Ia mengisyaratkan bahwa Satgas bisa saja merekomendasikan sanksi jika pelanggaran terus terjadi.”Ya, kalau memang itu terus berulang-ulang, saya kira bisa mungkin untuk dijadikan sanksi,” tandasnya.
Sekda meminta seluruh SPPG di Kuningan untuk bekerja dengan sangat hati-hati dan mematuhi semua regulasi serta petunjuk teknis yang ada. “Jangan sampai berulang-ulang terus melakukan kesalahan,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, sebuah unggahan video di akun media sosial Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) @sppg_ciporang pada Kamis (13/11/2025), menuai sorotan publik.
Pasalnya, video tersebut memperlihatkan seorang pegawai yang sedang mengolah makanan dengan tangan telanjang tanpa menggunakan sarung tangan, sehingga memicu kekhawatiran serius mengenai standar kebersihan program Makanan Bergizi (MBG). (Nars)



