KUNINGAN – Hujan deras yang mengguyur Kuningan pada Kamis (13/11/2025) malam memicu bencana longsor di Desa Cimenga, Kecamatan Darma. Akibatnya, Tembok Penahan Tanah (TPT) di ruas Jalan Raya Cipasung-Subang ambruk dan menyeret sebagian badan jalan pada Jumat (14/11/2025) dini hari.
Arus lalu lintas di lokasi kini terganggu dan terpaksa diberlakukan sistem buka tutup.
- Lawan Fluktuasi Harga Pasar, Emak-Emak Kuningan Sulap Pekarangan Jadi ‘Supermarket’ Hidup
- Kalahkan Kota Bandung, Promosi Digital Disporapar Kuningan Sabet Predikat Terbaik se-Jabar di SWJ Award
- Bupati Mangkir Temui Massa, HMI Kuningan Ancam Kepung Pemda dalam Aksi Jilid Dua
- Survei Poltracking Tempatkan Elektabilitas PKB di Posisi Keempat Nasional, DPC Kuningan Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, saat dikonfirmasi Jumat (14/11/2025), membenarkan kejadian tersebut. “Laporan kami terima pada pukul 04.45 WIB pagi, sementara kejadian longsornya sendiri diperkirakan pukul 01.30 WIB dini hari,” ujar Indra Bayu.
Indra menjelaskan, longsor ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi cukup lama pada hari Kamis, yakni mulai pukul 15.30 WIB hingga 22.00 WIB.Ia merinci, lokasi longsor berada di Blok Sindang Asih, Dusun Ciawitali. TPT jalan longsor dengan panjang 18 meter dan tinggi 7 meter.
“Longsoran TPT ini kemudian menarik bahu jalan serta sebagian badan jalan sepanjang 15 meter dengan lebar 3 meter. Satu tiang Telkom juga ikut terbawa longsor,” jelasnya.
Material longsoran tersebut juga menutup area kebun milik warga bernama Mulyadi (70 tahun) yang berada di bawah jalan.“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, arus lalu lintas terganggu,” tegas Indra Bayu.
Ia menyatakan BPBD telah menurunkan Tim Assessment dan berkoordinasi dengan DPUTR serta aparat setempat.Hingga Jumat pagi, aparat kepolisian dibantu masyarakat telah memasang garis polisi dan memberlakukan sistem buka tutup untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
Indra menambahkan, kondisi mutakhir di lokasi adalah cuaca berawan dan pengaturan lalu lintas sedang dilaksanakan. “Untuk penanganan permanen, kami sudah berkoordinasi karena membutuhkan alat berat untuk membersihkan material dan menstabilkan lereng,” pungkasnya, seraya mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati. (Nars)
























