KUNINGAN – Sejumlah warga penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan temuan makanan berjamur dalam paket yang mereka terima. Temuan ini sontak menimbulkan pertanyaan publik terkait kualitas pengelolaan dapur MBG di Desa Luragungtonggoh tersebut.
- Menyambut Tahun Baru Islam, Umat Islam Diimbau Perkuat Refleksi Lewat Doa Akhir dan Awal Tahun
- Masih Banyak Kendala Sistem Zonasi PMB di Jabar, Legislator Gerindra Minta Pendidikan Tidak Dijadikan Ajang Coba-Coba
- Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati: Program Sekolah Maung Bisa Sukses dengan Validitas Data Siswa
- Sentuhan Gotong Royong SPPG Bakom Sulap SDN 1 Sagarahiang Jadi Lebih Berwarna
- Ditanya Soal “Lobi” BPK demi Status WTP, Bupati Kuningan Kasih Jawaban Menohok
Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, kue brownies yang dibagikan ke penerima, tampak sudah berjamur saat dibuka. Kondisi itu kemudian dilaporkan kepada Satgas MBG tingkat Kabupaten untuk ditindaklanjuti.
Salah satu penerima manfaat, yang enggan disebutkan namanya, mengaku terkejut dengan kondisi makanan tambahan tersebut.
“Waktu dibuka ada jamurnya, warnanya keputihan di atasnya. Kami takut dikonsumsi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).
Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan penerima manfaat lain, mengingat program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam peningkatan gizi masyarakat secara rutin.
Menanggapi laporan tersebut, Satgas MBG Kabupaten Kuningan langsung meminta klarifikasi resmi dari penyelenggara dapur MBG Desa Luragungtonggoh. Langkah itu dilakukan untuk memastikan penyebab pasti munculnya jamur serta mencegah kasus serupa terjadi di kemudian hari. (Nars)














