
KUNINGAN — Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat publik kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Kali ini, nama anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Susanto, dicatut oleh orang tidak bertanggung jawab yang menggunakan akun WhatsApp palsu untuk mengelabui korban dengan modus permintaan pinjaman uang serta transaksi jual beli fiktif alat berat jenis ekskavator.
Berdasarkan penelusuran dari sejumlah bukti tangkapan layar percakapan yang diterima, pelaku melancarkan aksinya dengan berpura-pura menjadi sang legislator.
- Bupati Kuningan Ungkap Langkah Cepat Penanganan Bencana Puting Beliung dan Mitigasi Musim Hujan
- Solusi Baru Bagi Perantau, Bhisa Shuttle Resmikan Outlet Baru yang Lebih Nyaman
- Respons Cepat Bencana Maleber, Tim Gabungan BPBD, TNI-Polri, dan PLN Evakuasi Warga serta Buka Akses Jalan
- Terjang 5 Desa di Maleber, Angin Puting Beliung Rusakkan 80 Rumah Warga Kuningan
- Musim Hujan Tiba, Sejumlah Wilayah Kuningan Dihantui Bencana Pohon Tumbang dan Banjir
Pelaku tampak aktif menghubungi targetnya dengan mengirimkan foto profil yang menyerupai Susanto, lalu menawarkan proyek atau pengadaan unit alat berat seperti ekskavator merek Kobelco hingga Komatsu.
Tidak hanya itu, dalam percakapan tersebut pelaku juga mengarahkan korban untuk berkoordinasi dengan pihak lain serta mengirimkan sejumlah uang ke rekening tertentu atas nama orang lain di salah satu bank pemerintah dengan nominal ratusan juta rupiah, lengkap dengan bukti transfer palsu untuk meyakinkan korban.
Saat dikonfirmasi, anggota DPRD Kuningan Susanto dengan tegas membantah dan menyatakan bahwa akun WhatsApp tersebut bukanlah miliknya. Ia meyakinkan, aksi tersebut murni merupakan kejahatan pencatutan identitas (kloning akun) yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk merugikan masyarakat serta mencemarkan nama baiknya.
“Itu jelas-jelas bukan nomor saya dan itu adalah modus penipuan. Pelaku sengaja mencatut nama serta foto saya untuk meyakinkan korban, seolah-olah sedang melakukan transaksi atau urusan penting,” ujar Susanto saat memberikan keterangan Kamis (29/10) sore.
Susanto mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kabupaten Kuningan dan rekan-rekan relasi, agar lebih waspada dan tidak mudah percaya apabila dihubungi oleh nomor yang mengaku sebagai dirinya, terutama jika berkaitan dengan permintaan uang, pinjaman, maupun transaksi proyek yang mencurigakan.
“Saya meminta masyarakat untuk segera melakukan konfirmasi terlebih dahulu apabila mendapatkan pesan atau telepon dari pihak yang mengatasnamakan saya. Jangan ragu untuk mengabaikan atau melaporkan nomor tersebut agar tidak ada korban yang dirugikan lebih lanjut,” tandasnya. (NARS)
