KUNINGAN – Pengurus Cabang (Pengcab) Wushu Kuningan akan mengandalkan sembilan atlet junior untuk menghadapi dua ajang olahraga besar, yaitu Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), yang jadwalnya berdekatan.
Para atlet ini akan bertanding di Popda yang digelar di Arcamanik Youth Centre, Kota Bandung, pada 21–24 September.
- Soal Penyaluran Bansos, Mensos Tegur Kepala Daerah
- Muncul Rumor Lahgun Narkoba, BNN Kabupaten Kuningan Siap Tes Urine Anggota Dewan
- Jurus PNM Cirebon Bikin Ratusan Emak-Emak UMKM Naik Kelas dan Kebal Pinjol Ilegal
- Wakil Bupati Kuningan Dorong Sinergi Pembangunan dan Sukseskan PTSL dalam Konsolidasi APDESI Merah Putih
- Reshuffle Kabinet Prabowo, Wajah Baru dan Yang Kembali
Ketua Pengcab Wushu Kuningan, Putu Bagiasna, menjelaskan bahwa tim kali ini sebagian besar diisi oleh atlet junior karena para senior telah pindah ke luar kota dan bekerja, sehingga tidak memungkinkan untuk bertanding. Ia optimistis bahwa sembilan atlet ini bisa tampil maksimal di kedua event.
“Kesembilan atlet ini kami berikan jam bertanding di Popda terlebih dahulu. Tujuannya agar mereka tidak demam panggung saat menghadapi Porprov, di mana lawan-lawannya sudah senior,” ujar Putu.
Meskipun menghadapi waktu persiapan yang mepet, Wushu Kuningan menargetkan lolos dari Babak Kualifikasi (BK) Porprov. Mereka juga berharap bisa meraih minimal dua medali di Popda.
Untuk mencapai target tersebut, tim telah melakukan latihan rutin setiap hari Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan ditambah pada hari Minggu. Latihan intensif ini bertujuan untuk meningkatkan fisik dan teknik atlet agar mampu bersaing di tingkat regional.
“Kami kerja keras pasca Porprov Ciamis untuk menjaring atlet baru dan membina mereka sebaik mungkin,” tambah Putu.
Adapun nomor yang akan diikuti oleh atlet Kuningan di Popda dan Porprov kali ini adalah nomor Sansau yang diikuti oleh tujuh orang (lima putra dan dua putri), serta dua atlet di nomor tradisional yaitu satu putra dan satu putri yang akan turun di nomor Woodendamy dan Siu Lim Tau.
“Meskipun kali ini kami hanya mengirimkan dua nomor, kami yakin ini justru membuat persaingan lebih kompetitif. Kami bisa fokus pada nomor-nomor yang menguntungkan dalam perolehan medali,” sebut Putu. (Nars)
























