KHAZANAH – Umat Islam kini bersiap menyambut malam kedua bulan suci Ramadan. Setelah sukses melewati hari pertama puasa, semangat beribadah di malam hari harus terus dijaga, terutama dalam melaksanakan ibadah qiyamul lail atau salat sunah Tarawih.
Dalam khazanah keilmuan Islam, setiap malam di bulan Ramadan memiliki keutamaan (fadhilah) tersendiri bagi mereka yang mendirikan salat Tarawih berjamaah.
- Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Kuningan Gandeng Forum OSIS dalam Pendidikan Pengawasan Partisipatif
- Bupati Kuningan Didesak Evaluasi Hasil Appraisal Tunjangan DPRD
- PLN ULP Kuningan Lakukan Pemadaman Terencana Lagi di Sejumlah Wilayah Hari Ini
- IBK UNIKU Masuk 17 Besar Inkubator Peringkat A Versi Kementerian UMKM
- Muscab PAN Kuningan: Incar 3 Besar Nasional, Udin Kusnedi Sebut 60 Persen Pengurus Diisi Wajah Baru
Khusus untuk malam kedua, Allah SWT menjanjikan ganjaran yang begitu istimewa dan menyentuh hati, yakni ampunan dosa yang tidak hanya diberikan untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kedua orang tua.
Sebagaimana disebutkan dalam riwayat dan keterangan kitab Duratun Nasihin yang masyhur di kalangan umat Islam terkait fadhilah Tarawih:
“وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ يُغْفَرُ لَهُ وَلِأَبَوَيْهِ اِنْ كَانَا مُؤْمِنَيْنِ”
Artinya: “Pada malam kedua, orang yang shalat Tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.”
Keutamaan luar biasa pada malam kedua ini merupakan wujud kasih sayang Allah SWT yang tak terbatas di bulan suci. Fadhilah ini sekaligus menjadi momentum emas bagi seorang anak untuk melakukan birrul walidain (berbakti kepada orang tua) melalui jalur langit.
Hanya dengan meluangkan waktu sejenak menunaikan salat Tarawih di malam ini, seorang hamba berpotensi menjadi jalan terhapusnya dosa-dosa ayah dan ibunya di hadapan Sang Pencipta, dengan syarat kedua orang tua tersebut memeluk keimanan.
Oleh karena itu, para ulama sangat menganjurkan umat Muslim agar tidak melewatkan kesempatan berharga ini. Rasa lelah setelah beraktivitas seharian hendaknya tidak menyurutkan langkah menuju masjid atau musala.
Mari pertahankan saf-saf jemaah Tarawih di malam kedua ini. Niatkan ibadah kita malam ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban sunah, melainkan sebagai bentuk cinta dan bakti tertinggi kita untuk memohonkan ampunan bagi ayah dan ibu tercinta. (Nars)



















