Ekonomi Bisnis Kuningan Pemerintahan

‎Harga Pangan Meroket? Kuningan Gelar Pasar Murah di 15 Titik Mulai Besok

‎‎KUNINGAN – Mengisi waktu ibadah puasa Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah cepat untuk melindungi daya beli warganya dari lonjakan harga kebutuhan pokok. ‎

Mulai Senin besok, 23 Februari hingga 11 Maret 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian secara resmi menggulirkan program Gerakan Pangan Murah atau GPM yang akan menyasar langsung masyarakat di lima belas kecamatan secara bergilir.‎‎

Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dari Program Stabilitas Pangan Daerah yang menjadi fokus utama Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.

Menurutnya, pengendalian inflasi dan ketersediaan bahan pokok bukan sekadar urusan ekonomi semata, melainkan kunci utama bagi ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, sehingga pemerintah daerah wajib hadir memberikan solusi nyata di tengah ancaman kenaikan harga pasar.‎‎

Untuk memastikan program ini berjalan maksimal dan tepat sasaran, pelaksanaannya tidak dilakukan secara tunggal oleh pemerintah daerah. Pemkab Kuningan bersinergi dengan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Badan Pangan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Perum Bulog untuk memperkuat rantai pasok dan pemerataan distribusi komoditas di seluruh wilayah sasaran.‎‎

Bupati Kuningan Tanggapi Masukan LKPJ, Isu TGR Hingga “Pertemuan Pendopo”

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menuturkan bahwa intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah ini dirancang secara terukur agar tidak merusak ekosistem pasar tradisional. Ia menyadari bahwa permintaan kebutuhan pokok selalu meningkat tajam setiap kali memasuki bulan Ramadan, sehingga ketersediaan pasokan harus dijaga ketat berbasis data perkembangan harga harian.‎‎

Dalam operasi pasar ini, masyarakat bisa membawa pulang berbagai komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, hingga sayuran segar dengan harga di bawah standar pasar.

Penekanan harga ini bisa terealisasi berkat skema Fasilitasi Distribusi Pangan, di mana pemerintah menyubsidi biaya distribusi dari produsen, meski demikian warga ditekankan bahwa ini adalah pasar subsidi terbatas dan bukan pembagian sembako gratis.‎‎

Pelaksanaan program stabilisasi harga tahun ini juga membawa pendekatan komunikasi yang unik lewat kampanye bertajuk DIRAHMATI, sebuah singkatan dari Diskon Ramadan Hemat Tahan Inflasi.

Konsep tersebut sengaja diusung sebagai pesan edukasi kepada publik bahwa intervensi harga yang dilakukan pemerintah daerah digarap secara sistematis, bertanggung jawab, dan tetap menjaga keberlangsungan roda ekonomi para pelaku usaha pangan.

Meski Tampil Dominan di GBLA, Persib Bandung Ditahan Imbang Arema FC 0-0

‎‎Bagi warga yang ingin berbelanja, layanan Gerakan Pangan Murah akan dibuka hanya selama dua jam, yakni pukul sembilan hingga sebelas siang di desa yang ditunjuk. Rangkaian kegiatan pada pekan pertama akan dimulai secara berurutan di Desa Seda Kecamatan Mandirancan, Haurkuning Nusaherang, Kasturi Kuningan, Babakanreuma Sindangagung, Panawuan Cigandamekar, hingga Singkup Kecamatan Japara pada akhir bulan Februari.‎‎

Memasuki bulan Maret, armada pangan murah akan terus bergerak mendatangi Desa Ragawacana Kramatmulya, Pangkalan Ciawigebang, Susukan Cipicung, Cipancur Kalimanggis, Sindang Lebakwangi, Parakan Maleber, Cileuya Cimahi, Citiusari Garawangi, dan memuncak di Desa Sembawa Kecamatan Jalaksana pada 11 Maret 2026.

Melalui jadwal maraton ini, ketahanan pangan daerah diharapkan benar-benar terwujud dan daya beli warga tetap terjaga hingga hari raya tiba. (Nars)

Puluhan Ribu Bobotoh di GBLA Geregetan, Tembok Frigeri Sukses Bikin Persib Buntu! Skor 0 – 0 di Babak Pertama
× Advertisement
× Advertisement