KUNINGAN – Arah kebijakan Kabupaten Kuningan untuk tahun 2027 kini mulai dipetakan. Lewat forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara resmi membunyikan gong dimulainya strategi pembangunan melesat yang digadang-gadang bakal membawa perubahan besar bagi Kuningan.
Berbicara di hadapan para pejabat daerah, DPRD, Forkopimda, hingga tokoh masyarakat di Ballroom Arya Kamuning, Selasa (31/3/2026), Bupati Dian menekankan pentingnya gebrakan baru.
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
- Comeback Gemilang di Lampung Persib Bandung Bungkam Bhayangkara FC 4-2 dan Rebut Kembali Puncak Klasemen
- Review Babak Pertama Persib vs Bhayangkara FC, Serangan Balik Mematikan The Guardian Bikin Maung Bandung Tertinggal 1-2
- Menagih Etos Kerja Pasca Pelantikan 4 JPT Pratama di Cadas Poleng
- Ini Alasan Bupati Kuningan Pilih Cadas Poleng Tempat Lantik Pejabat Hari Ini
Ia meminta seluruh jajarannya untuk segera meninggalkan pola kerja lama yang hanya sebatas rutinitas administratif demi mewujudkan target pembangunan melesat yang nyata.
“Perencanaan yang kita susun hari ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Ini adalah peta jalan yang harus kita pilih secara hati-hati. Pembangunan ke depan harus lebih bermakna dan berdampak melalui asas sinergi dan kolaborasi,” ungkap Dian.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, strategi pembangunan melesat ala Kuningan ternyata tidak lepas dari kejelian melihat kondisi lingkungan. Dian mengingatkan bahwa gejolak geopolitik di Timur Tengah bahkan bisa memengaruhi harga kebutuhan pokok di desa-desa pelosok Kuningan. Belum lagi ancaman perubahan iklim yang kian nyata.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa langkah kemajuan Kuningan harus tetap berpijak pada pelestarian alam, khususnya menjaga kawasan Gunung Ciremai sebagai wujud bakti pada bumi pertiwi.
Lantas, apa senjata utama Pemkab Kuningan untuk mencapai target tersebut? Bupati Dian menetapkan bahwa fokus utama tahun 2027 adalah investasi gila-gilaan pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, sekaya apa pun sumber daya alam dan semegah apa pun infrastruktur yang dibangun, semuanya akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan SDM yang unggul dan kompetitif.
“Ini adalah kunci agar pembangunan melesat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Gebrakan ini tak lepas dari sejumlah pekerjaan rumah yang masih menanti. Kuningan masih harus bergelut dengan isu pengentasan kemiskinan, penanganan pengangguran, penurunan stunting, peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), hingga pengelolaan sampah yang lebih baik.
Di tingkat nasional, Kuningan juga dipacu untuk menyukseskan Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).Kendati tantangannya berat, Bupati Dian memancarkan optimisme tinggi.
Bukan tanpa alasan, Kuningan baru saja mencetak rekor mentereng dengan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tertinggi di Pulau Jawa yang menembus 10,41 persen. Angka kemiskinan dan pengangguran pun berhasil ditekan masing-masing ke angka 10,74 persen dan 7,59 persen.
Dengan daya saing yang kini bertengger di posisi ke-4 Jawa Barat, Dian yakin visi pembangunan melesat—yang merupakan akronim dari Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh—bukanlah sekadar slogan kosong.
“Mari kita berlari mewujudkannya. Yakinlah bahwa langkah kecil akan memandu tujuan besar. Mari berbuat, mari menjadi manfaat,” tutup Bupati Dian. (Nars)

























