KUNINGAN – Peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2026 tingkat Kabupaten Kuningan pada Sabtu (2/5/2026) digelar di Lapangan Pandapa Paramarta, Komplek Stadion Mashud Wisnusaputra.
Agenda ini disebut Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar sebagai Pembina Upacara, jadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi mendalam bagi pembangunan pendidikan di Kabupaten Kuningan.


Dalam upacara tersebut, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, secara blak-blakan menyoroti masih adanya pekerjaan rumah besar terkait ketimpangan fasilitas dan akses pendidikan di wilayahnya.
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
Dalam amanatnya, Bupati Dian menjelaskan bahwa pendidikan adalah cermin masa depan sebuah daerah. “Namun, Saya tidak menampik fakta nyata di lapangan bahwa Kabupaten Kuningan masih dihadapkan pada tantangan pelik. Sejumlah sekolah dilaporkan masih belum dilengkapi fasilitas yang memadai, dan akses pendidikan bermutu belum sepenuhnya merata, terutama di wilayah-wilayah tertentu,” paparnya.
Bupati menilai persoalan tersebut merupakan sebuah pekerjaan rumah yang tidak boleh terus dibiarkan dan pantang diwariskan kepada generasi berikutnya. Meski demikian, ia meyakini bahwa keterbatasan infrastruktur bukanlah sebuah hambatan absolut bagi mereka yang memiliki tekad baja untuk terus maju.
Secara khusus, Dian memberikan instruksi tegas kepada jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan. Ia meminta agar setiap hambatan di lapangan tidak dijadikan alasan untuk diam, melainkan harus dipandang sebagai panggilan pengabdian yang nyata.
“Dinas terkait didorong untuk segera mengeksekusi program-program kerja yang terukur dan inovatif demi melengkapi infrastruktur sekolah menjadi lebih layak,” instruksinya.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas yang memadai akan memantik semangat belajar, sehingga membuat anak-anak Kuningan lebih berani dalam merajut mimpi besar serta menggapai cita-citanya. Ia menekankan bahwa pendidikan yang bermutu adalah hak dasar yang harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Lebih jauh, Bupati Kuningan mengingatkan kembali esensi dari pendidikan itu sendiri. Membangun pendidikan, menurutnya, bukan sekadar mendirikan bangunan fisik semata atau sekadar mengejar angka-angka statistik kelulusan demi gengsi daerah.
Jauh di atas semua itu, pendidikan adalah upaya sadar untuk membangun kualitas manusia seutuhnya, menumbuhkan karakter yang kuat, mengangkat martabat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa secara tulus.
Ia meyakini bahwa jika pendidikan di daerah ini maju, maka Kabupaten Kuningan di masa depan tidak hanya akan dikenal dari kekayaan alam atau produk barangnya saja, tetapi akan disegani karena melahirkan generasi-generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
Terlebih, agenda upacara Hardiknas 2026 tingkat Kabupaten Kuningan tersebut juga disisipi dengan peluncuran sebuah karya literasi edukatif. Pemerintah daerah secara resmi meluncurkan buku panduan berjudul Bunda El untuk Ananda.
Buku ini diluncurkan dan dirancang khusus sebagai pedoman strategis bagi para orang tua dalam mendidik, mengasuh, dan membentuk karakter anak-anak sejak dini di lingkungan keluarga.Buku tersebut diserahkan secara simbolis dari Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan, Ela Helayati kepada Bupati Kuningan di hadapan peserta upacara. (Nars)


























