

KUNINGAN — Keributan di Taman Kota Kuningan berujung pengeroyokan pada Rabu (17/6/2026) sekira pukul 21.05 WIB. Seorang pria menjadi korban pemukulan massa setelah diduga ketahuan berselingkuh.
Sumber Kuningan Religi, petugas Satpol PP Kuningan, membenarkan kejadian itu sudah ditangani aparat gabungan.
- Hapus Stigma Sosial, Lapas Kuningan Sulap Warga Binaan dan Mantan Napi Jadi Insan Siap Kerja Lewat ‘Wangun Mandiri Farm’
- Krisis Air Bersih Masih Melanda, Karangkancana Kembali Diguyur Bantuan 5.000 Liter dari BPBD Kuningan
- HMI FE Uniku Jadikan Maulid Nabi 1448 H Momentum Penguatan Karakter Mahasiswa
- Mengintip Rincian Biaya Produksi Petani Kuningan Saat Kemarau: Ongkos Air dan Perawatan Melonjak Tajam
- Soal Polemik Sanksi RS Permata, Frontal Desak Inspektorat Turun Tangan
Menurut laporan petugas di lapangan, awalnya warga melapor ada keributan di Taman Kota. Saat petugas belum tiba di lokasi, massa sudah membawa seorang laki-laki berlumuran darah ke Pos Informasi Taman Kota.
Korban diduga dipukuli karena, lagi-lagi diduga, kedapatan berselingkuh dan ketahuan suami selingkuhannya.
“Belum sempat ke lokasi, massa sudah membawa korban ke pos informasi. Kejadian berawal dari kasus perselingkuhan yang ketahuan suaminya,” kata petugas Satpol PP tersebut, Kamis (18/6/2026) pagi.
Petugas kemudian memanggil suami istri yang terlibat pertengkaran di taman untuk dimintai keterangan di pos. Situasi justru memanas karena massa semakin banyak dan mengepung Pos Taman Kota.Melihat keadaan tidak kondusif, petugas langsung menghubungi Polsek Kuningan.
Agar segera tertangani, petugas memilih menghubungi langsung ke kantor polsek.“Keadaan semakin tidak kondusif karena massa mengepung pos. Kami akhirnya menghubungi polsek secara langsung,” ujarnya.
Tak lama kemudian empat anggota Polsek Kuningan tiba di lokasi bersama petugas Satpol PP. Korban langsung dievakuasi menggunakan mobil patroli Satpol PP ke RSU 45 Kuningan untuk mendapat perawatan medis.
Sementara suami istri yang terlibat dalam kasus perselingkuhan tersebut dibawa ke Polsek Kuningan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Setelah korban dan pasangan itu dibawa aparat, massa yang mengepung pos akhirnya membubarkan diri.
“Kejadian tersebut telah ditangani oleh pihak yang berwajib. Setelah korban dan suami istri dibawa oleh polsek, massa membubarkan diri,” kata petugas.
Hingga berita ini diturunkan, motif lengkap dan kronologi pasti kasus dugaan perselingkuhan tersebut masih didalami petugas. (Nars)



