KUNINGAN – Memiliki buah hati dengan kondisi sempurna adalah impian setiap orang tua. Namun, pasangan suami istri asal Desa Cikaso, Kabupaten Kuningan, Ahmad Taufik dan Yuliawati, membuktikan bahwa cinta dan ketegaran bisa mengalahkan segala keterbatasan.Pasangan prasejahtera ini dikaruniai anak kembar tiga—Farhaz, Farhan, dan Farhat—yang terlahir dengan kondisi tunanetra.
Meski begitu, keterbatasan penglihatan tak menyurutkan semangat ketiga bocah tersebut untuk berprestasi. Saat ini, ketiganya menempuh pendidikan di sekolah khusus dan telah berhasil menghafal satu juz Al-Qur’an.
- Terjerat Pusaran Korupsi Raksasa, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Berstatus Tersangka
- Petaka Menit ke-80 Kubur Mimpi Juara, Laskar Kuda Ciremai Tetap Bikin Bangga Meski Jadi Runner-Up Liga 4
- Final Liga 4 Nasional: Duel Alot di Babak Pertama, PESIK Kuningan dan Pasuruan United Masih Sama Kuat
- Merespons Putusan MK 135, Bawaslu Matangkan Strategi dan Kewenangan Hadapi Pemilu 2029
- Tragis! Belasan Ribu Anak Ayam Mati Terpanggang di Kuningan, Kerugian Capai Setengah Miliar Rupiah
Hebatnya lagi, di balik keterbatasan fisik tersebut, Farhaz, Farhan, dan Farhat memiliki cita-cita yang mulia, yakni ingin menjadi seorang dosen.
Untuk menopang kehidupan dan mewujudkan mimpi anak-anaknya, Taufik dan Yuliawati sehari-hari bertahan hidup dengan berjualan gorengan dan bensin eceran di pinggir jalan. Penghasilan mereka yang tidak menentu harus dibagi untuk menghidupi total enam orang anak.
Melihat perjuangan hidup keluarga ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan pun tidak tinggal diam. BAZNAS menyalurkan bantuan dana stimulus untuk tambahan modal usaha keluarga tersebut.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan sinergi lembaga dengan pemerintah daerah. “Jumlahnya memang tidak banyak, tetapi minimal bisa membantu. Semoga bisa menambah modal untuk berjualan,” kata Yusron saat menyerahkan bantuan.
Yusron menambahkan, langkah ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah (Pemda) Kuningan. “Pemda punya program Gema Sadulur (Gerakan Bersama Ngariksa Duafa, Lansia, dan Pengangguran). BAZNAS hadir untuk bisa berperan aktif dalam program tersebut,” jelasnya.
Menerima bantuan stimulus sebesar Rp1,5 juta, mata Taufik dan Yuliawati tampak berkaca-kaca. Mereka merasa sangat bersyukur dan berterima kasih karena uluran tangan tersebut menjadi penyambung harapan bagi masa depan anak-anak mereka.
“Pasti bantuan ini akan sangat membantu kami dalam berjualan. Ini akan menjadi modal tambahan yang sangat berarti,” ungkap Taufik penuh haru.
Rencananya, bantuan modal usaha dari BAZNAS Kuningan ini akan langsung dialokasikan oleh Taufik dan Yuliawati untuk membuat gerobak jualan yang lebih layak. Dengan begitu, usaha mandiri mereka diharapkan bisa lebih berkembang demi mendukung cita-cita ketiga buah hati mereka. (Nars)














