

KUNINGAN – Memiliki buah hati dengan kondisi sempurna adalah impian setiap orang tua. Namun, pasangan suami istri asal Desa Cikaso, Kabupaten Kuningan, Ahmad Taufik dan Yuliawati, membuktikan bahwa cinta dan ketegaran bisa mengalahkan segala keterbatasan.Pasangan prasejahtera ini dikaruniai anak kembar tiga—Farhaz, Farhan, dan Farhat—yang terlahir dengan kondisi tunanetra.
Meski begitu, keterbatasan penglihatan tak menyurutkan semangat ketiga bocah tersebut untuk berprestasi. Saat ini, ketiganya menempuh pendidikan di sekolah khusus dan telah berhasil menghafal satu juz Al-Qur’an.
- Panaskan Mesin Partai di Dapil 2 Kuningan, Neneng Hermawati Gelar Konsolidasi bersama 8 DPAC
- Sembunyi di Bawah Lemari Dapur, Kobra Jawa Sepanjang Satu Meter Dievakuasi Damkar Kuningan
- Kunjungi Padepokan PPCA Kuningan, Tina Wiryawati Dorong Regenerasi Atlet Pencak Silat Berprestasi
- BAPETEN dan Rokhmat Ardiyan Dorong Pengawasan dan Pemanfaatan Teknologi Nuklir di Kuningan
- Target Menang Pemilu dan Pilkada, Susanto Gercep Bentuk Kepengurusan Ranting PKB se-Dapil 5 Kuningan
Hebatnya lagi, di balik keterbatasan fisik tersebut, Farhaz, Farhan, dan Farhat memiliki cita-cita yang mulia, yakni ingin menjadi seorang dosen.
Untuk menopang kehidupan dan mewujudkan mimpi anak-anaknya, Taufik dan Yuliawati sehari-hari bertahan hidup dengan berjualan gorengan dan bensin eceran di pinggir jalan. Penghasilan mereka yang tidak menentu harus dibagi untuk menghidupi total enam orang anak.
Melihat perjuangan hidup keluarga ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan pun tidak tinggal diam. BAZNAS menyalurkan bantuan dana stimulus untuk tambahan modal usaha keluarga tersebut.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan sinergi lembaga dengan pemerintah daerah. “Jumlahnya memang tidak banyak, tetapi minimal bisa membantu. Semoga bisa menambah modal untuk berjualan,” kata Yusron saat menyerahkan bantuan.
Yusron menambahkan, langkah ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah (Pemda) Kuningan. “Pemda punya program Gema Sadulur (Gerakan Bersama Ngariksa Duafa, Lansia, dan Pengangguran). BAZNAS hadir untuk bisa berperan aktif dalam program tersebut,” jelasnya.
Menerima bantuan stimulus sebesar Rp1,5 juta, mata Taufik dan Yuliawati tampak berkaca-kaca. Mereka merasa sangat bersyukur dan berterima kasih karena uluran tangan tersebut menjadi penyambung harapan bagi masa depan anak-anak mereka.
“Pasti bantuan ini akan sangat membantu kami dalam berjualan. Ini akan menjadi modal tambahan yang sangat berarti,” ungkap Taufik penuh haru.
Rencananya, bantuan modal usaha dari BAZNAS Kuningan ini akan langsung dialokasikan oleh Taufik dan Yuliawati untuk membuat gerobak jualan yang lebih layak. Dengan begitu, usaha mandiri mereka diharapkan bisa lebih berkembang demi mendukung cita-cita ketiga buah hati mereka. (Nars)



