KUNINGAN – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Desa Ciputat dan Desa Ciawigebang di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, kompak melaksanakan tradisi bersih-bersih pemakaman umum yang terletak di perbatasan kedua desa. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan turun ke lokasi membawa alat seperti mesin pemotong rumput, sabit, cangkul, dan sapu untuk membersihkan area pemakaman dari rumput liar dan sampah. Mereka juga memperbaiki akses jalan menuju makam agar lebih nyaman bagi para peziarah.
- 21 Daerah Jabar Raih WTP, Pengumuman LHP BPK Kuningan Ditunda, Kenapa?
- Resmi Naik! Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 Meroket per 10 Juni 2026
- Polemik Dana Pokir PKS Kuningan: Mantan Dewan Soroti Etika Komunikasi, Fraksi Janjikan Evaluasi
- Dramatis, Petugas Gabungan di Kuningan Berhasil Bujuk Seorang Ibu yang Ingin Akhiri Hidup
- Satlantas Kuningan Tunda Jadwal Patuh Lodaya 2026, Polisi: Tertib Berlalu Lintas Jangan Tunggu Ada Operasi
Salah seorang warga setempat, Ari, mengatakan kegiatan ini sudah menjadi tradisi turun-temurun yang selalu dilakukan menjelang Ramadan. “Setiap tahun sebelum puasa, kami bergotong royong membersihkan makam. Selain untuk menjaga kebersihan, ini juga menjadi ajang silaturahmi antara warga Desa Ciputat dan Ciawigebang,” ujarnya, Ahad (23/2/2025).
Tak hanya kaum pria, para ibu-ibu dan remaja juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka membantu membersihkan area pemakaman sekaligus menyiapkan makanan tradisional untuk dinikmati bersama.


Usai membersihkan makam, warga berkumpul untuk menikmati singkong rebus, hidangan sederhana yang dimasak bersama-sama.
Kebersamaan ini semakin mempererat hubungan sosial antarwarga, sekaligus menjadi bentuk syukur dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Setelah menikmati hidangan, acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk para leluhur yang telah berpulang. (Nars)














