KUNINGAN – Seekor macan tutul dilaporkan memangsa dua ekor kambing milik warga di Blok Pasir Mindi, Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Peristiwa ini terjadi dalam dua waktu berbeda pada Rabu (16/4/2025) dan Jumat (18/4/2025) malam.
Dua kambing yang menjadi korban merupakan milik Sutrisno, salah satu peternak setempat yang memiliki 16 ekor kambing. Menurut keterangan, macan tersebut diduga memanfaatkan celah di kandang lalu naik ke atap untuk masuk ke dalam kandang.
- Tak Hanya Peduli Gunung, KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning Bersihkan Eceng Gondok Waduk Darma
- Tunjangan DPRD Kuningan Dipangkas demi Efisiensi Anggaran, Sekwan: Tidak Ada Ruang Gelap
- Segini Besaran Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Kuningan Berdasarkan Kajian KJPP
- Buka Bukaan Tunjangan DPRD Kuningan, Sekwan Dorong Transparansi di Tengah Tuntutan Efisiensi Fiskal Daerah
- Ujang Kosasih “Bintang Lima” Pimpin PKB Kuningan Lagi, Sekjen Baru Aras Rasdi Usia 35 Tahun
“Kejadiannya dua kali. Yang pertama saat subuh, yang kedua pas waktu magrib. Peternak yang biasa berjaga malam saat itu sedang pulang ke rumah,” ujar Kepala Desa Tundagan, melalui Kadus Rusnendi, saat dikonfirmasi Sabtu (19/4/2025).
Rusnendi menjelaskan, kandang ternak milik Sutrisno berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga. Umumnya, kandang milik warga memang dibangun cukup jauh dari rumah, untuk alasan kebersihan dan lahan yang lebih luas.
“Tidak sampai ke pemukiman warga, kandang warga jaraknya jauh dari pemukiman,” tandas Kadus Rusnendi.
Pasca kejadian, warga berupaya melakukan pencegahan dengan mengusir satwa tersebut menggunakan bunyi-bunyian. Namun hingga kini, penampakan fisik macan tutul belum terlihat secara jelas.
“Hanya terlihat jejaknya saja. Dari cirinya disebutkan berbulu hitam dengan totol putih, diduga kuat itu macan tutul,” imbuh Rusnendi.
Pemerintah Desa Tundagan telah melaporkan kejadian ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) pada Jumat kemarin. Menurut informasi, petugas BKSDA akan melakukan peninjauan ke lokasi pada Senin mendatang untuk memastikan jenis satwa serta menentukan langkah mitigasi lebih lanjut.
Pemerintah Desa berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama, agar keselamatan warga maupun hewan ternak dapat terjamin. Ia juga mengimbau warga untuk lebih waspada, terutama bagi peternak yang memiliki kandang di wilayah terpencil. (NARS)














