KUNINGAN – Polemik penyebab longsor di kawasan bawah Objek Wisata Cilengkrang, Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, terus bergulir. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menegaskan bahwa bencana tersebut bukan disebabkan oleh aktivitas pembangunan Resto Joglo Arunika di Desa Cisantana. Namun, hingga kini Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memilih untuk belum banyak berkomentar.
Ditemui usai menghadiri kegiatan di Gedung BKPSDM Kuningan, Senin (19/5/2025), Bupati Dian menyatakan masih perlu melakukan pendalaman informasi bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait sebelum menyampaikan sikap resmi.
- Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
“Jujur, saya belum bisa memberikan komentar ya. Saya akan berdiskusi dahulu dengan SKPD terkait,” ujar Bupati Dian kepada awak media.
Namun begitu, Dian mengimbau semua pihak untuk tidak memakai asas prejudice untuk menyimpulkan penyebab longsor.
“Jangan sampai menganut asas prejudice dalam menyikapi isu lingkungan ini. Kita akan lihat dulu,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Wilayah I BTNGC Kuningan, Hayunita, mengonfirmasi pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian pada Jumat (16/5/2025). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, lokasi longsor berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang dipenuhi material bebatuan. Tingginya curah hujan diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan peningkatan debit air dan memicu longsor.
“Longsor terjadi di wilayah TNGC, bukan di lokasi pembangunan Joglo Arunika. Jadi belum bisa dikaitkan langsung dengan aktivitas pembangunan,” kata Hayunita.
Menanggapi isu yang beredar di media sosial, Hayunita meminta masyarakat untuk bersikap bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kita perlu membudayakan cek dan ricek. Jangan asal menyebarkan informasi, apalagi kalau hanya berdasarkan unggahan media sosial,” tegasnya.
Pernyataan itu turut diamini oleh Petugas BTNGC lainnya, Fuad, yang hadir dalam peninjauan lokasi. (nars)























