KUNINGAN – Memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak melulu harus diisi permainan yang itu-itu saja. Momentum kebersamaan ini ditangkap sebagai saat yang tepat untuk mengkampanyekan gerakan lingkungan hidup.


Seperti yang dilakukan ratusan warga Dusun Pahing, Desa Kertayasa, Kuningan, mereka dengan semangat 45 guyub ikut lomba memancing di parit atau saluran irigasi. Acara yang diadakan pada Senin, 18 Agustus 2025, ini menjadi wadah unik untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mengampanyekan kesadaran lingkungan bersih.
- Rakyat Gigit Jari, Di Tengah Gaung Efisiensi Anggaran, DPRD Kuningan Gelar Bimtek Miliaran Rupiah
- Seleksi Calon Kadis Hanya Diikuti 67 Pejabat Eselon III, Pengamat Soroti Sistem Data Manajemen Talenta BKPSDM Kuningan
- Diwarnai Kartu Merah, Persib Bandung Susah Payah Tahan Imbang Dewa United 2-2
- Bidik Pasar Global, Kuningan Siapkan Diri Jadi Pemain Kopi Kualitas Dunia
- Demo Warga Kalimanggis Kulon Berbuah Hasil, Kades Wahidi Dipastikan Tak Ngantor Lagi Mulai Besok
Kepala Dusun Pahing, Gugun Sukmayadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana untuk mempererat silaturahmi warga dari berbagai usia.”Lomba mancing ini menjadi cara kami untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Gugun.
Gugun menambahkan, parit sepanjang 100 meter yang menjadi lokasi lomba sebelumnya telah dibersihkan secara gotong-royong oleh warga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian saluran irigasi yang vital bagi pertanian warga.
Melalui kegiatan ini, warga Dusun Pahing secara tidak langsung menunjukkan bahwa kampanye lingkungan dapat dikemas dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Lomba ini diharapkan dapat mempromosikan perilaku ramah lingkungan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kuningan.
”Semoga ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memperingati HUT RI dengan cara yang kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkas Gugun. (Nars)

























