KUNINGAN – Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kuningan ke-527 yang semula dijadwalkan pada Senin, 1 September 2025, resmi ditunda. Keputusan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan, DPRD, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan mempertimbangkan kondisi keamanan yang berangsur kondusif pasca-ketegangan sebelumnya.
- Hari Ini Jemaah Haji Kloter 8 dan 39 Kuningan Tiba di Kertajati. Ini Jadwal Lengkapnya
- Besok Jemaah Haji Kuningan Tiba, Kawasan KIC Disterilkan: PKL & Mobil Penjemput Dilarang Masuk
- Proton FC Kuningan Sapu Bersih Regular Series PFL 2, Lolos ke Final Four dengan Status Juara
- Hafalkan! 11 Pelanggaran Ini Jadi Target Tilang Operasi Patuh Lodaya 2026 di Kuningan
- Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar 14 Hari, Polisi Kuningan Gencar Tilang Knalpot Brong & Pengguna HP
Bupati Kuningan menyampaikan bahwa penundaan ini dilakukan agar perayaan Hari Jadi dapat berlangsung dalam suasana yang benar-benar khidmat, aman, dan damai.
Menurutnya, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan kesempatan untuk merefleksikan identitas dan kebanggaan sebagai warga Kuningan.
“Alhamdulillah, Kuningan kembali kondusif. Ini adalah buah dari kebersamaan kita, dari kerja sama semua unsur: pemerintah, Forkopimda, legislatif, para tokoh agama, dan masyarakat yang senantiasa mencintai kedamaian,” tutur Bupati.
Bupati Dian juga menambahkan bahwa penundaan ini bertujuan untuk memastikan para putra-putri daerah yang berada di luar kota (pituin Kuningan) memiliki kesempatan untuk hadir dan merasakan langsung perayaan tersebut.
Meskipun Sidang Paripurna ditunda, Pemerintah Kabupaten Kuningan tetap akan melaksanakan beberapa kegiatan, salah satunya adalah apel pagi dan pemberian santunan bagi pengemudi ojek online (ojol) serta kaum fakir miskin dan dhuafa.
Langkah ini diambil sebagai bukti bahwa pemerintah tidak pernah mengabaikan rakyat kecil, bahkan di tengah persiapan perayaan.
Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk melihat penundaan ini bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai ruang untuk introspeksi diri dan memperkuat persatuan. Beliau berharap perayaan Hari Jadi ke-527 mendatang akan menjadi momen yang bersejarah, sekaligus mengukuhkan ikatan antara pemimpin dan rakyat.
“Mari kita jadikan penundaan ini bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai doa dan ikhtiar agar peringatan Hari Jadi Kuningan ke-527 dapat berlangsung dalam suasana yang lebih indah, lebih bermakna, dan lebih bersejarah,” pungkasnya. (Nars)













