

KUNINGAN – Puluhan siswa SMAN 1 Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dikonsumsi pada Kamis (2/10/2025).
Hingga Jumat siang, sebanyak 80 siswa dilarikan ke Puskesmas Luragung, sementara lima orang di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisi yang cukup parah.
- OJK Cirebon Gerakkan Budaya Menabung Pelajar Ciayumajakuning Sejak Dini
- Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Langkah Pemkab Kuningan Kebut Perbaikan Jalan Prioritas
- Panaskan Mesin Partai di Dapil 2 Kuningan, Neneng Hermawati Gelar Konsolidasi bersama 8 DPAC
- Sembunyi di Bawah Lemari Dapur, Kobra Jawa Sepanjang Satu Meter Dievakuasi Damkar Kuningan
- Kunjungi Padepokan PPCA Kuningan, Tina Wiryawati Dorong Regenerasi Atlet Pencak Silat Berprestasi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mengeluhkan gejala mual, muntah, diare, dan sakit perut sejak Kamis malam usai menyantap menu MBG. Kondisi itu tidak kunjung membaik hingga keesokan harinya, bahkan tercatat seratusan siswa tidak masuk sekolah karena izin sakit.


“Awalnya cuma mual, terus malamnya saya muntah dan sakit perut. Pagi-pagi sudah tidak kuat masuk sekolah,” ujar Cantika, salah seorang siswa yang ikut dirawat.
Pihak sekolah yang khawatir langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Luragung untuk mengevakuasi siswa yang terdampak. Para tenaga medis pun melakukan observasi intensif di ruang perawatan darurat.
Dari hasil pemeriksaan awal, gejala yang dialami para siswa diduga berasal dari menu ayam pada paket MBG yang kondisinya sudah tidak layak konsumsi.
“Kebanyakan mereka mengalami gangguan pencernaan. Ada dugaan sumbernya dari lauk ayam yang sudah basi. Tapi kepastian penyebab masih menunggu hasil laboratorium,” kata Kepala Puskesmas Luragung, drg. Nanay Handayani.
Sementara itu, petugas gabungan dari Dinas Kesehatan, dan Kepolisian turut melakukan penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan di dapur penyedia MBG, yakni SPPG Arkina Raya Jaya. Sejumlah sampel makanan langsung diamankan dan dikirim ke laboratorium untuk uji kandungan.
Hingga Jumat sore, sebanyak tujuh siswa masih menjalani perawatan medis intensif, sedangkan lima siswa harus mendapatkan rujukan ke rumah sakit karena kondisinya belum stabil.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, saat melakukan peninjauan di IGD Puskesmas Luragung menyebutkan, kasus dugaan keracunan massal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih, Pemkab Kuningan sudah membentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan Program MBG agar program pemerintah pusat ini bisa berjalan dengan baik.
“Kemarin kita sudah sepakat, untuk dapur MBG yang diduga menyebabkan masalah keracunan ini akan ditutup sementara operasionalnya sampai keluar hasil uji laboratorium,” kata Bupati Dian di Luragung, Jum’at siang. (Nars)



