CIAMIS – Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Ciamis, terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Selain memenuhi kebutuhan gizi bagi kelompok rentan, program ini juga berhasil menyerap ratusan tenaga kerja dan menggerakkan roda perekonomian lokal.
- Rakyat Gigit Jari, Di Tengah Gaung Efisiensi Anggaran, DPRD Kuningan Gelar Bimtek Miliaran Rupiah
- Seleksi Calon Kadis Hanya Diikuti 67 Pejabat Eselon III, Pengamat Soroti Sistem Data Manajemen Talenta BKPSDM Kuningan
- Diwarnai Kartu Merah, Persib Bandung Susah Payah Tahan Imbang Dewa United 2-2
- Bidik Pasar Global, Kuningan Siapkan Diri Jadi Pemain Kopi Kualitas Dunia
- Demo Warga Kalimanggis Kulon Berbuah Hasil, Kades Wahidi Dipastikan Tak Ngantor Lagi Mulai Besok
Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, S.H., M.M., saat meninjau proses rekrutmen karyawan SPPG pada Ahad (19/10/2025). Ia menyaksikan antusiasme tinggi dari masyarakat, di mana lebih dari 130 orang melamar pekerjaan di satu dapur SPPG.
“Ini bukti bahwa program ini memberi dampak nyata. Satu dapur SPPG saja sudah mampu menyerap banyak tenaga kerja, dan efeknya juga terasa bagi sektor lain seperti petani sayur, peternak ayam, serta pemasok bahan makanan,” ujar Hj. Tina.
Meskipun memberikan dampak positif, Hj. Tina menilai bahwa kapasitas pelayanan SPPG saat ini masih terbatas. Satu dapur baru bisa melayani sekitar 2.500 penerima manfaat, sementara kebutuhan di lapangan jauh lebih besar.
“Masih banyak masyarakat dari beberapa desa yang belum terlayani karena keterbatasan kuota. Saya mendorong agar ke depan cakupan penerima manfaat bisa diperluas,” ucapnya.
Ke depan, ia juga mengusulkan agar proses rekrutmen lebih inklusif dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dan kelompok usia produktif yang beragam. Menurutnya, SPPG memiliki peran ganda yang harus dimaksimalkan.
“SPPG bukan hanya soal gizi, tapi juga soal pemberdayaan ekonomi masyarakat. Saya ingin memastikan program ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tutupnya. (Nars)


























