KUNINGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya cuaca ekstrem, termasuk sambaran petir, di musim penghujan.
Himbauan ini disampaikan menyusul insiden sambaran petir yang merusak rumah milik Marju, warga Dusun 1 Desa Randobawagirang, Kecamatan Mandirancan, Sabtu (16/11/2024).
- Reshuffle Kabinet Prabowo, Wajah Baru dan Yang Kembali
- Punya Sertifikat! Tembakau Kuningan Naik Kelas, Tak Bisa Lagi Diklaim Daerah Lain
- Batal Kepung Gedung Setda, HMI Kuningan Pilih Tunggu Kepulangan Bupati dari Jakarta
- Waspada Pejabat Pesanan di Manajemen Talenta, Bupati Kuningan Diminta tak Ragu Sikat “Trouble Maker”
- Lepas 445 Jemaah Haji Kuningan, Bupati Dian Ingatkan Pentingnya Kesabaran dan Ibadah yang Mabrur
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengimbau masyarakat untuk memastikan rumah dan lingkungannya aman selama musim hujan.
“Pastikan sistem kelistrikan di rumah dalam kondisi baik, hindari penggunaan alat elektronik saat terjadi badai, dan sebaiknya pasang penangkal petir jika memungkinkan,” ujarnya, Sabtu (16/11).


Indra menjelaskan bahwa sambaran petir dapat menyebabkan kerusakan fatal, seperti yang terjadi pada rumah Marju.
Dalam kejadian tersebut, plafon ambruk, genting rusak, dan instalasi listrik rumah, termasuk Miniature Circuit Breaker (MCB), hangus terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Selain kerusakan material, sambaran petir juga bisa membahayakan keselamatan jiwa. Oleh karena itu, kami mengimbau warga untuk tetap berlindung di dalam rumah saat hujan lebat disertai petir,” tambahnya.
Selain itu, BPBD mengingatkan warga untuk tidak berada di tempat terbuka saat terjadi badai petir, seperti di bawah pohon atau tiang listrik, karena berisiko tinggi terkena sambaran.
“Jika sedang dalam perjalanan, carilah tempat berlindung yang aman hingga kondisi cuaca kembali normal,” kata Indra.
Sementara itu, pihak BPBD bersama perangkat desa dan masyarakat setempat bergerak cepat menangani dampak insiden di Randobawagirang. Perbaikan darurat dilakukan, seperti mengganti genting yang pecah, merapikan plafon, dan memperbaiki instalasi listrik.
Indra juga mengimbau masyarakat untuk saling menjaga dan membantu sesama dalam menghadapi potensi bencana yang sering terjadi di musim penghujan.
“Koordinasi dengan perangkat desa sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di tengah cuaca ekstrem ini,” pungkasnya. (Nars)


























