KUNINGAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan terus berupaya menangani infrastruktur jalan di tengah keterbatasan anggaran provinsi daerah.
Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 29 miliar yang akan difokuskan untuk menangani rekonstruksi jalan dengan kondisi rusak berat. Anggaran provinsi ini sangat penting untuk perbaikan infrastruktur.
- Setahun Memimpin di Tengah Fiskal Terseok, Duet Dian-Tuti Sukses Bikin Ekonomi Kuningan Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa
- Tahun Baru Imlek 2026, The Icon dan Embun Sang’ga Langit Hadirkan Atraksi Barongsai dan Diskon Kamar dan Kuliner – Jangan Lewatkan!
- Musim Hujan, Warga Cikondang “Menabung Air” Lewat Revitalisasi Blok Cirangkong
- Pererat Silaturahmi Jelang Ramadan, Koramil 1501 Kuningan Gelar Munggahan Bersama Anggota DPRD
- Ironi Kemegahan Waduk Darma: Wisata Mendunia, Masih Ada Desa “Miskin Ekstrem”
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Teddy Sukmajayadi, menjelaskan bahwa penanganan jalan di Kuningan dilakukan dengan strategi pembagian sumber anggaran provinsi.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) difokuskan untuk pemeliharaan rutin, sementara perbaikan total atau rekonstruksi mengandalkan DAK dan bantuan provinsi.
”Tahun ini untuk yang rusak berat, ada 5 titik dari DAK yang akan kita laksanakan. Kita dapat Rp 29 miliar. Insyaallah itu akan segera kita laksanakan,” ujar Teddy saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Teddy merinci lima ruas jalan yang akan diperbaiki menggunakan anggaran DAK tersebut. Prioritas utama adalah lanjutan perbaikan ruas Cidahu-Luragung, khususnya segmen dari Gunungkarung menuju Luragung dengan estimasi anggaran Rp 5 miliar.
Sebelumnya, ruas Cidahu-Gunungkarung telah mulus berkat Inpres Jalan Daerah.”Ruas kedua itu lanjutan Cigedang-Cinumbeuy.
Kemudian Kertawana-Wanasaraya yang tahun kemarin kita cor 600 meter, kita lanjutkan sekarang dari DAK kurang lebih Rp 5,2 miliar. Selanjutnya ruas Japara-Cikeleng-Cengal,” paparnya.
Di sisi lain, Teddy mengakui ada beberapa rencana perbaikan yang tertunda akibat kebijakan fiskal di tingkat provinsi. Salah satunya adalah ruas jalan Gunung Jawa menuju Segong (arah Jabranti) sepanjang kurang lebih 3 kilometer yang kondisinya rusak parah.
“Itu digadang-gadang tahun ini harusnya tertangani dari Banprov (Bantuan Provinsi). Cuma karena provinsinya saja sekarang anggaran dipangkas Rp 2,4 triliun, yang tadinya diyakini lewat usungan anggota DPRD provinsi bakal ditangani, akhirnya belum,” jelas Teddy.
Untuk anggaran murni APBD Kabupaten Kuningan tahun 2026, Teddy menyebutkan fokus utamanya adalah pemeliharaan jalan guna menghadapi arus mudik Lebaran serta penanganan bencana.
“Tahun ini sudah ada peningkatan perhatian pemerintah. Dari pemeliharaan jalan Rp 6 miliar untuk Lebaran, dan dari APBD murni untuk kegiatan penanganan bencana ada kurang lebih 25 titik di angka Rp 10 miliar,” ungkapnya.
Ia berharap, seperti tahun sebelumnya, akan ada penambahan anggaran pada APBD Parsial (Perubahan) untuk memaksimalkan perbaikan jalan kabupaten. “Prinsipnya, APBD itu konsepnya untuk pemeliharaan, mempertahankan kondisi jalan mantap. Sedangkan rekonstruksi berat kita upayakan lewat DAK dan Provinsi,” jelasnya. (Nars)


