KUNINGAN – Upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) terus digencarkan di lingkungan pemasyarakatan. Dalam razia Lapas Kuningan yang digelar pada Senin (2/2/2026) sore, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang dari kamar hunian warga binaan, mulai dari senjata tajam rakitan hingga alat elektronik.
Operasi penggeledahan yang dimulai pukul 17.00 WIB ini menyasar sudut-sudut kamar 20 dan 22 di Blok I Bawah Lapas Kelas IIA Kuningan.
- Resmi Jabat Ketua Fraksi PKS DPRD Kuningan, Wawan Tepis Isu Polemik Internal
- Bupati Kuningan Sentil Keras PT Jaswita Soal Waduk Darma, Ada Apa?
- Bupati Kuningan Tanggapi Masukan LKPJ, Isu TGR Hingga “Pertemuan Pendopo”
- Meski Tampil Dominan di GBLA, Persib Bandung Ditahan Imbang Arema FC 0-0
- Puluhan Ribu Bobotoh di GBLA Geregetan, Tembok Frigeri Sukses Bikin Persib Buntu! Skor 0 – 0 di Babak Pertama
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) bersama jajaran Kasubsi Poltatib, Kasubsi Bimkemaswat, serta regu pengamanan.
Dari hasil penyisiran ketat, petugas menemukan berbagai benda yang berpotensi membahayakan keamanan. Barang bukti yang disita antara lain sendok besi, korek api gas, gunting kecil, cutter, sabuk, pecahan kaca, tambang kecil, dan jarum jahit.
Yang paling menjadi sorotan adalah ditemukannya pisau rakitan serta perangkat elektronik ilegal seperti charger handphone, headset, dan kabel listrik liar. Meski demikian, petugas memastikan operasi kali ini bersih dari temuan narkoba (nihil).
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan bahwa razia ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Langkah preventif ini diambil untuk meminimalisir peredaran benda-benda yang dapat memicu gangguan stabilitas keamanan.
“Razia rutin dan insidentil akan terus kami lakukan sebagai bentuk komitmen menjaga Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Sukarno Ali.
Sukarno menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan mendukung proses pembinaan warga binaan secara optimal. Seluruh barang bukti hasil razia selanjutnya didata untuk kemudian dimusnahkan. (Nars)


























